TABANAN, Balipolitika.com– Gegara lalai masak air berujung petaka. Peristiwa kebakaran warung di Penebel bikin rugi pemilik hingga Rp 70 Juta. Musibah kebakaran warung di Penebel melanda warung sembako milik warga Desa Babahan di Kecamatan Penebel, pada Kamis petang, 2 Oktober 2025.
Peristiwa tragis ini diduga kuat berawal dari uap pertalite yang menyambar tungku api kayu bakar saat pemilik warung sedang memasak air. Insiden nahas tersebut mencatatkan total kerugian materiil mencapai tujuh puluh juta rupiah dan melukai sang pemilik warung.
“Kami menerima laporan terkait insiden kebakaran warung ini pada Kamis sore, sekitar pukul 16.30 Wita, dari laporan masyarakat setempat,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Penebel, AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa, saat memberikan keterangan resmi, Jumat (3/10/2025).
Penyelidikan mendalam polisi mengungkap kronologi penyebab kebakaran warung sembako yang terletak di Banjar Dinas Babahan Kanginan tersebut. Korban bernama I Nyoman Suarnaka sedang memasak air untuk mandi menggunakan tungku tanah liat dekat tempat penyimpanan bensin.
Suarnaka menuang pertalite ke jerigen kecil dan uapnya langsung tersambar api tungku, memicu kobaran api besar. Api membesar cepat melahap warung itu. Api melalap warung cepat sekali, menyebabkan Korban Luka Bakar Kebakaran Penebel menderita cedera hingga delapan persen.
“Saat petugas tiba, api sudah melahap sekitar tiga puluh persen isi warung dan kami segera menghubungi pemadam kebakaran untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Murdiasa.
Polisi segera menghubungi pihak pemadam kebakaran untuk penanggulangan bencana yang menimbulkan kerugian kebakaran di Babahan tersebut. Tiga unit mobil pemadam kebakaran Pemda Tabanan tiba di lokasi pukul 17.15 Wita. Petugas dibantu masyarakat setempat menjinakkan si jago merah. Petugas gabungan berhasil memadamkan api sepenuhnya pukul 18.30 Wita, dan polisi melanjutkan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan nihil korban jiwa. (BP/CHA).













