TABANAN, Balipolitika.com- Pramuka Penegak Bantara Ambalan Arjuna Srikandi, Pangkalan SMA Negeri 1 Pupuan mengembangkan Minyak ASRI, produk herbal berbahan dasar rempah-rempah lokal yang dimanfaatkan sebagai minyak roll-on penghangat badan.
Produk tersebut menjadi salah satu program kewirausahaan yang dijalankan oleh Pramuka Penegak Bantara sebagai sarana pembelajaran sekaligus pemanfaatan sumber daya alam di lingkungan sekitar.
Minyak ASRI dibuat dari berbagai bahan alami yang mudah ditemukan di wilayah Pupuan, seperti jahe merah, daun bokasi, daun mint, cengkeh, dan minyak zaitun.
Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan minyak herbal yang berfungsi sebagai minyak roll-on untuk membantu menghangatkan tubuh.
Produk Minyak ASRI dirintis oleh Penegak Bantara Angkatan 24 pada tahun 2021 dan terus dilanjutkan oleh angkatan-angkatan berikutnya hingga saat ini.
Selain bertujuan untuk mendukung kemandirian organisasi, produk ini juga lahir dari upaya memanfaatkan potensi alam sekitar untuk menjadi produk yang bernilai guna.
Kondisi wilayah Pupuan yang berhawa sejuk turut menjadi pertimbangan dalam pengembangan minyak herbal tersebut.
Pembina Pramuka SMA Negeri 1 Pupuan, Putu Fera Yastari Sapanca, S.Pd., mengatakan bahwa produk Minyak ASRI dikembangkan tidak hanya sebagai sarana kewirausahaan, tetapi juga sebagai media pembelajaran bagi peserta didik.
“Tujuan utama yang ingin dicapai melalui produk Minyak ASRI yaitu memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar sehingga memiliki nilai jual sekaligus menjadi sarana edukasi bagi peserta didik,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Bantara Pramuka dilatih untuk mengembangkan kreativitas, bekerja sama dalam tim, memahami proses produksi, membuat desain label, hingga mempelajari teknik pemasaran produk.
Kegiatan kewirausahaan dipilih sebagai bagian dari program pramuka untuk menumbuhkan jiwa mandiri dan kreativitas peserta didik.
Pemasaran Minyak ASRI dilakukan secara terbatas dalam berbagai kegiatan sekolah maupun kepramukaan.
Produk ini pernah diperkenalkan dalam kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan, pelantikan Bantara dan Laksana, kegiatan SMANSAP CUP, serta pameran di Lapangan Umum Pupuan di mana Minyak ASRI dijual seharga Rp15.000 per botol.
Putu Fera berharap program kewirausahaan tersebut dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.
“Peserta didik, khususnya generasi Penegak Bantara Ambalan Arjuna Srikandi diharapkan terus menjalankan kewirausahaan dengan menghasilkan dan mengembangkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui pendidikan kewirausahaan ini, mereka juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan,” katanya. (bp/I Gede Satya Krisna Sastrawan/4B/Basindo/Undiksha)













