DENPASAR, Balipolitika.com- Aparat berwenang sepertinya harus melakukan sidak besar-besaran terkait kepemilikan senjata api (senpi) legal dan ilegal di Provinsi Bali.
Pasalnya, dalam beberapa insiden yang viral belakangan ini, senjata api jadi sorotoan.
Yang terbaru pada peristiwa kecelakaan lalu lintas maut dengan satu pengendara tewas dan tiga lainnya luka-luka di Simpang Jalan Diponegoro-Jalan Teuku Umar, Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat, Sabtu, 26 Juli 2025 sekitar pukul 04.45 Wita.
Rudy Hartono (44 tahun), pengendara Honda Vario DK4763 warna putih diketahui tewas di tempat bersama pistol jenis airsoft gun, golok, dan linggis.
Penampakan pistol, golok, dan linggis ini viral di media sosial sebelum korban dievakuasi ke ruang jenazah RSUP Prof. Ngoerah Denpasar dengan ambulans BPBD Kota Denpasar.
Selain pistol, golok, dan linggis, dari tubuh pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu juga ditemukan kalung emas.
Di pihak lain, pengendara Yamaha Fino berboncengan tiga sama-sama asal NTT menderita luka-luka.
Aldo mengalami luka lecet di lutut kanan, pipi kanan, dan robek di alis kanan; Alan mengalami luka lecet di lutut kanan; dan Meha Barito menderita patah kaki kanan, luka lecet di kaki kiri, pipi kiri, alis kanan, hidung, dan jari tangan.
Sama seperti korban tewas, ketiga pemuda NTT ini juga dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah.
Seorang saksi mata, Bernadus Bernando Bria menyebut Honda Vario datang dari arah utara melawan arus dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menghantam Yamaha Fino yang melaju dari arah berlawanan.
“Saya langsung ke Pospol Diponegoro minta bantuan. Waktu saya balik ke TKP, orang-orang sudah ramai berkumpul,” ujar Bernadus yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang dosen.
Akibat tabrakan maut tersebut, kedua motor rusa parah di mana dek depan Honda Vario dan sayap depan Yamaha Fino ringsek parah.
Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait motif dan keberadaan barang-barang mencurigakan yang dibawa Rudy Hartono.
Tidak menutup kemungkinan unsur tindak pidana lain ikut menyertai kecelakaan ini.
“Kami masih selidiki kemungkinan pelanggaran hukum lain, termasuk alasan mengapa korban membawa airsoft gun dan senjata tajam,” tambahnya.
Dikonfirmasi, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengaku belum mendapatkan laporan terkait insiden maut ini. (bp/sat/ken)













