BADUNG, Balipolitika.com– Sosok I Wayan Suyasa, S.H. saat ini menjadi pusat perhatian karena hijrah dari Partai Golongan Karya (Golkar) pasca sukses kerek raihan kursi Golkar DPRD Badung dari 7 ke 11 di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.
Kurang dari sepekan, politisi yang maju sebagai Calon Bupati Badung berpasangan dengan I Putu Alit Yandinata di Pilkada Badung 2024 itu akan dilantik sebagai nakhoda partai politik berlogo “Gajah”, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di The Trans Resort Bali, Jalan Sunset Road, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu, 24 Januari 2026.
Flashback, ternyata bukan hanya I Wayan Suyasa yang memulai “babak baru” dalam karier politiknya pasca menduduki posisi puncak sebagai Ketua DPD II Golkar Badung.
Dalam kurun kurang dari 1 dekade atau 10 tahun terakhir, Suiasa (Drs. I Ketut Suiasa, S.H.) dan I Wayan Muntra, S.H. juga melakukan langkah politik serupa.
Banyak pihak menilai “kehilangan” kader “Beringin” paling “menyakitkan” terjadi 7 tahun silam pasca Partai Golkar yang saat itu “diterjang dualisme kepemimpinan di pusat” sukses mengantarkan I Ketut Suiasa sebagai Wakil Bupati Badung masa bakti 2016-2021.
Baru setahun menjabat Wakil Bupati Badung, Suiasa mengajukan pengunduran diri di Kantor Sekretariat DPD I Golkar Bali, Jalan Surapati 9 Denpasar, Jumat, 21 Juli 2017 karena dicap “membelot” dalam hajatan Pilgub Bali 2018 di mana saat itu Ketua DPD 1 Golkar Bali, I Ketut Sudikerta berstatus sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Bali berpasangan dengan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di posisi Bakal Calon Gubernur Bali (Mantra-Kerta).
Saat mengajukan pengunduran diri ini, Suiasa menjabat sebagai Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Badung DPD I Golkar Bali 2016-2021 di bawah pimpinan I Ketut Sudikerta.
Dua tahun sebelumnya, tepatnya pada pertengahan tahun 2015, posisi Suiasa diberhentikan dari jabatan Ketua DPD II Golkar Badung karena menerima pinangan PDI Perjuangan sebagai Bakal Calon Wakil Bupati (Cawabup) Badung mendampingi I Nyoman Giri Prasta di Pilkada Badung 2015 hingga akhirnya digantikan oleh I Wayan Muntra sebagai Ketua DPD II Golkar Badung.
Kepada awak media kala itu, Suiasa menyebut pilihan mundur dari Partai Golkar berawal dari adanya konflik internal di mana puncaknya ia merasa “digusur” dari jabatan Ketua DPD II Golkar Badung pada pertengahan 2015.
Belakangan, meski secara de facto mendapatkan Rekomendasi DPP Golkar, Suiasa resmi mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan sejak bulan November 2017 dan mengaku kepada awak media keputusannya meninggalkan Partai Golkar lantaran tidak mendapatkan restu dalam Pilkada Badung 2015.
Hijrah ke “Moncong Putih”, Suiasa langsung mendapat mandat sebagai Ketua Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Wayan Koster.
Jelang Pilkada Badung 2020, saat maju sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Badung berdampingan dengan I Gusti Ngurah Agung Diatmika di posisi Bakal Calon Bupati Badung (Diatmika-Muntra), giliran I Wayan Muntra yang tiba-tiba “dicopot” dari posisi Ketua DPD II Golkar Badung hingga berujung tidak terbitnya rekomendasi DPP Partai Golkar.
Kala itu, DPD I Golkar Provinsi Bali memberhentikan I Wayan Muntra sebagai Ketua DPD II Golkar Badung sesuai SK DPD Golkar Bali nomor: KEP-09/GOLKARDA/VI/2019 tertanggal 4 Juni 2019 tentang Pemberhentian Ketua Golkar Badung dan Penunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Badung, I Wayan Suyasa.
Sempat bergabung di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Bali, kini I Wayan Muntra menduduki posisi sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung.
Terbaru, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra terpilih secara aklamasi menahkodai Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Badung masa bakti 2025-2030 pasca sang petahana, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa memutuskan mundur dari pencalonan saat memberikan sambutan sebelum Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Badung di Hotel Made, Sempidi, Badung, Rabu, 8 Oktober 2025.
Calon tunggal, langkah Turah Tut- sapaan akrab Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra- tak terbendung.
“Saya mengapresiasi Bapak Wayan Suyasa sebagai senior kami. Kami akan selalu berdiskusi, bersinergi untuk ke depannya membesarkan Partai Golkar,” ujar Turah Tut diwawancarai di lokasi Musda Golkar Badung XI.
Turah Tut yang kini juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Badung mengapresiasi kinerja dari Wayan Suyasa yang telah menambah kursi anggota DPRD Badung secara signifikan di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, yakni dari 7 menjadi 11 kursi untuk periode masa jabatan 2024-2029.
“Itu kami apresiasi. Artinya berkat tangan Beliau itu di Badung ini kami bisa menambah 4 kursi ditambah 7 kursi raihan Pileg 2019. Kami sangat mengapresiasi Beliau,” papar Turah Tut yang merupakan politisi senior Golkar asal Kerobokan, Kuta Utara, Badung.
Lebih jauh, Turah Tut menyadari bahwa tugas sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Badung tidaklah mudah.
Meski sulit, ia optimis bisa mempertahankan prestasi pendahulunya dan meningkatkan ke arah yang lebih baik berbekal konsolidasi dan penguatan program kerja.
“Dalam membesarkan partai ini kami akan selalu berkoordinasi. Dalam menjalankan roda organisasi ini, kami ini tidak akan menerapkan one man show. Selalu apa langkah yang kita lakukan, mari kita akan melakukan secara bersama,” jelasnya.
I Wayan Suyasa memutuskan mundur dari pencalonan saat memberikan sambutan sebelum Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Badung digelar di Hotel Made, Sempidi, Badung, Rabu, 8 Oktober 2025.
“Demi menjaga apa yang sudah digariskan, solidaritas, dan kesolidan organisasi Partai Golkar di Badung, titiang ataupun saya, I Wayan Suyasa tidak akan maju lagi sebagai (calon) Ketua DPD Golkar Badung,” tegasnya.
Pilihan mundur itu, ungkap I Wayan Suyasa lantaran dirinya ingin mengikuti keinginan pemilik suara yang menginginkan perubahan.
Mantan Wakil Ketua I DPRD Badung itu berharap DPD II Partai Golkar Badung dapat lebih baik dari lima tahun era kepemimpinannya. (bp/ken)












