DENPASAR, Balipolitika.com– Selama ini, perjalanan menuju Pulau Sumba sering identik dengan waktu tempuh panjang dan keterbatasan pilihan rute.
Kini, cerita itu mulai berubah di mana Batik Air menghadirkan rute baru Bali–Tambolaka.
Batik Air mengoperasikan rute Bali-Tambolaka menggunakan pesawat jet generasi modern Airbus A320 dengan 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi, memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan.
Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan jadwal terbang ini mulai beroperasi 9 Januari 2026 rute Bali (DPS)- Tambolaka (TMC) dengan nomor terbang ID-6324 jadwal berangkat pukul 09.40 Wita, jadwal tiba pukul 10.55 Wita sebanyak 7 kali seminggu.
Sebaliknya, rute terbang Tambolaka (TMC)- Bali (DPS) nomor terbang ID-6325, jadwal terbang pukul 11.35 Wita, jadwal tiba pukul 12.50 Wita dengan frekuensi 7 kali seminggu.
Melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Tambolaka kini terhubung dengan Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Jember, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Manado, Lombok, Labuan Bajo, serta 10 lebih kota lainnya.
“Rute langsung terbang Batik Air menuju Pulau Sumba dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Denpasar) menuju Tambolaka (TMC), Ibu Kota Sumba Barat Daya, Waikabubak (Ibu Kota Sumba Barat), dan Waibakul (Ibu Kota Sumba Tengah),” jelas Danang Mandala Prihantoro.
Untuk tipe terbang domestik via Bali, asal keberangkatan kota-kota di Indonesia dengan bandara tujuan Tambolaka (TMC), Batik Air akan terbang ke Bali terlebih dahulu, lalu lanjut ke Sumba di mana asal penerbangan domestik ini berasal dari Pulau Jawa (Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Jember), Kalimantan (Balikpapan, Banjarmasin), Sulawesi (Makassar, Manado), Nusa Tenggara (Labuan Bajo, Bima, Lombok, Sumbawa, Kupang).
Untuk rute internasional via Bali dengan asal keberangkatan kota-kota di luar negeri dengan bandara tujuan di Tambolaka (TMC), Batik Air akan terbang ke Bali terlebih dahulu lalu lanjut ke Sumba.
Adapun asal penerbangan internasional dimaksud meliputi Asia (Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura), Australia (Perth, Brisbane, Melbourne, Sydney).
“Rute ini bukan sekadar penerbangan baru, melainkan jalur penghubung kehidupan menghubungkan masyarakat, membuka peluang usaha, memperluas arus wisata, serta mendorong pemerataan pembangunan di Nusa Tenggara Timur, khususnya Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Tengah,” jelas Danang Mandala Prihantoro.
Danang Mandala Prihantoro menambahkan seluruh proses perjalanan kini semakin mudah melalui aplikasi BookCabin.
“Pelanggan dapat melakukan pemesanan tiket pesawat, check-in online, pemesanan hotel atau akomodasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa bagi masyarakat Sumba, rute ini membuka akses mobilitas yang lebih luas.
Bagi pelaku usaha dan UMKM, jalur ini mempercepat distribusi, pertemuan bisnis, dan kerja sama lintas daerah.
Sementara bagi wisatawan, perjalanan menuju hamparan savana, budaya Marapu, pantai-pantai eksotis, dan desa adat Sumba kini terasa jauh lebih sederhana.
Danang Mandala Prihantoro menyebut istilah kehadiran rute ini menjadi “nilai lebih untuk banyak kepentingan”.
Pertama, bagi masyarakat, bahwa perjalanan ke pusat layanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan
keluarga menjadi lebih cepat dan nyaman.
Kedua, bagi pebisnis dan UMKM, yaitu membuka peluang distribusi barang, investasi, dan kolaborasi lintas
wilayah, termasuk sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.
Ketiga, bagi wisatawan mendapatkan akses langsung ke destinasi unggulan Pulau Sumba dengan koneksi
luas dari berbagai kota besar dan internasional.
Keempat, bagi daerah dapat memperkuat posisi Sumba sebagai destinasi strategis nasional dan global,
mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (bp/ken)













