Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Gede Gunada

  • Sastra

    Puisi-Puisi Giffari Arief

    Tandaskan Tubuhku di Terang Tubuhmu Tandaskan tubuhku di terang tubuhmu berkali-kali meskipun beberapa hal terus ditahankan meskipun beberapa wujud mengunci…

    Selengkapnya »
  • Cerpen

    Jarah

    Kamis siang, langit Kota Sine Qua Non pecah kaca. Hujan berhamburan. Desau desing campuran air dan gema. Luka dan melukai…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Ketika Magenta Berani Melepas Jemari

    DUNIA bergemuruh, sebuah dengungan familiar dan konstan di bawah jemari Magenta. Layar-layar menyala, notifikasi berbunyi, dan guliran tak berujung di…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Titah dari Langit

    JELAS ini bukan salahku. pemecatan Dian sebagai kepala HRD di perusahan ini semata-mata karena kesalahannya. Dia tidak mengikuti aturan yang…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Rayap Besi

    LAUT malam beludru hitam tersobek ombak dan angin. Di kejauhan, lampu samar dari kapal tanker raksasa berpendar laksana lentera di…

    Selengkapnya »
  • Esai

    Kesepian: Sunyi yang Membunuh atau Ruang untuk Bertumbuh?

    APA yang terlintas di benakmu ketika mendengar kata kesepian? Emosi yang tidak diinginkan kehadirannya, atau justru sesuatu yang menakutkan? Kesepian…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Khaerul Majdi

    Januari kayu-kayu bakar, telah raib didahar api di tungku perapian nenek saat menanak nasi di bawah atap dapur tua pagi…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Si Tua Buyung yang Lupa Cara Berdakwah

    BUYUNG meluncur ke luar masjid ketika orang-orang miskin di kampung itu masih terlelap dalam mimpi. Langit selepas subuh berwarna biru…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Bersama Bung Chairil

    “Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari berlari Hingga hilang pedih perih” Chorus (AKU,…

    Selengkapnya »
  • Puisi

    Puisi-Puisi Sthiraprana Duarsa

    MONUMEN BOM BALI Apakah Tuhan menangis atau tertawa Ketika anak Tuhan membunuh anak Tuhan lainnya dengan mengatasnamakan Tuhan Ini musim…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!