DENPASAR, Balipolitika.com– Meningkatkan pemahaman siswa SMK Negeri 7 Denpasar mengenai empat pilar kebangsaan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara ditanamkan Anggota MPR/DPD RI B-67, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik dalam kunjungannya, Minggu, 14 Desember 2025.
Senator perempuan pertama Dapil Pulau Dewata, Bali itu juga menanamkan karakter Pancasila sebagai dasar sikap dan perilaku profesional di dunia kerja dan industri kreatif.
Dalam suasana serius tapi santai, sosok berlatar belakang pengusaha asal Kalianget, Seririt, Buleleng itu berusaha menguatkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya etika kerja, disiplin, dan tanggung jawab profesional.
Ia juga mengajak siswa SMKN 7 Denpasar untuk senantiasa menumbuhkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman dalam lingkungan kerja multikultural sekaligus menjadi lulusan SMK yang kompeten, berintegritas, dan mencerminkan citra positif bangsa Indonesia.
Upaya tersebut dilakukan Niluh Djelantik bersama pelaku industri kreatif sekaligus Founder Media BaliNggih, Gede Adrian Maha Putra dikemas dalam diskusi bertajuk “Pelajar Vokasi Berkarakter Pancasila: Empat Pilar Kebangsaan sebagai Fondasi Profesional Muda di Dunia Kerja dan Industri Kreatif”
Niluh Djelantik menilai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang siap memasuki dunia kerja.
Pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga menuntut pembentukan karakter, etika, dan tanggung jawab sosial.
Oleh karena itu, penguatan nilai kebangsaan menjadi fondasi penting agar lulusan SMK tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga berintegritas sebagai warga negara Indonesia.
Empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika terang Niluh Djelantik merupakan landasan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat relevan dengan dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata, jasa, dan industri kreatif, seperti etika kerja, disiplin, penghormatan terhadap keberagaman, tanggung jawab profesional, serta semangat persatuan.
Dalam posisi itu, SMK Negeri 7 Denpasar sebagai sekolah vokasi yang berfokus pada bidang pariwisata, jasa, dan industri kreatif menghasilkan lulusan yang akan berinteraksi langsung dengan masyarakat luas dan dunia usaha. Dalam lingkungan kerja yang multikultural dan dinamis, lulusan SMK tidak hanya membawa nama pribadi dan sekolah, tetapi juga mencerminkan citra daerah dan bangsa Indonesia.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, globalisasi, dan mobilitas tenaga kerja, generasi muda menghadapi tantangan berupa pergeseran nilai, menurunnya etika kerja, serta rendahnya kesadaran akan peran sebagai bagian dari bangsa. Tanpa pemahaman kebangsaan yang kuat, keterampilan vokasi yang dimiliki berpotensi tidak diimbangi dengan sikap profesional dan tanggung jawab sosial,” ungkap Niluh Djelantik.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Pelajar Vokasi Berkarakter Pancasila: Empat Pilar Kebangsaan sebagai Fondasi Profesional Muda di Dunia Kerja dan Industri Kreatif”, peserta didik diharapkan mampu memahami bahwa empat pilar kebangsaan bukan sekadar konsep normatif, melainkan prinsip hidup yang harus tercermin dalam sikap kerja, etika pelayanan, toleransi, disiplin, serta tanggung jawab sebagai profesional muda Indonesia.
Niluh Djelantik berharap kehadiran dirinya selaku Anggota MPR RI/DPD RI serta pelaku industri kreatif menjadi sarana strategis untuk menjembatani nilai kebangsaan dengan realitas dunia kerja, sehingga peserta didik memperoleh pemahaman yang utuh antara wawasan kebangsaan dan praktik profesional.
Dalam penjabarannya, Niluh Djelantik fokus menjabarkan sejumlah materi, yakni (1) Makna dan relevansi empat pilar kebangsaan bagi generasi muda vokasi; (2) Pancasila sebagai dasar etika dan integritas kerja; (3) NKRI dan tanggung jawab profesional sebagai warga negara; (4) Bhinneka Tunggal Ika dalam lingkungan kerja multikultural; dan (5) Pelajar vokasi sebagai duta bangsa di dunia kerja.
Sementara itu, Gede Adrian Maha Putra mengulas tentang “Dunia Kerja dan Industri Kreatif Berbasis Nilai Kebangsaan” dengan sub materi yang terdiri atas (1) Pengalaman praktis dunia usaha dan industri kreatif; (2) Etika kerja, disiplin, dan tanggung jawab profesional; (3) Menjaga identitas budaya dan nilai lokal di tengah pasar global; (4) Tantangan dan peluang generasi muda vokasi di industri kreatif; dan (5) Profesional muda berkarakter Pancasila sebagai kekuatan daya saing bangsa.
Niluh Djelantik berharap kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI di SMK Negeri 7 Denpasar ini diharapkan menjadi sarana strategis dalam membentuk generasi muda vokasi yang unggul secara keterampilan sekaligus kuat dalam nilai kebangsaan.
“Dengan pemahaman empat pilar kebangsaan serta pembelajaran langsung dari dunia kerja dan industri kreatif, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi profesional muda yang berkarakter Pancasila, berintegritas, dan siap berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” tutupnya. (bp/ken)













