Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Cerita pendek

  • Sastra

    PUKUL SETENGAH EMPAT

    AKU mengenal Raras seperti seseorang yang mengenal bayangannya sendiri. Bayangan yang hadir karena cahaya dan hilang karena gelap. Ia selalu…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    TUMBAL

    SEBELUM aku melepaskan pakaian sekolah dari tubuhku, bapak tiba-tiba muncul dari dapur. Tangan kanannya menggenggam sebuah sabit berkilau dan dua…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Ia Pergi Sebelum Bilasan Terakhir

    KRESEK warna hitam ukuran sedang berada di tangan kirimu. Kau pegang dengan kuat. sementara tangan kananmu memegang totebag ukuran sedang…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Sutasoma di Kaki Putra Dewi Winata

    AKU menuliskan kalimat ini pada suatu tengah malam di atas lembar-lembar daun tal. Kalimat yang tercetus setelah Mpu Bahula menjengukku lewat…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Mbak Erna

    DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Surat Keputusan Masa Persiapan Lebaran (SKMPL)

    SETIAP menjelang Lebaran, kampus selalu mengeluarkan satu pengumuman kecil yang ditempel di papan dekat ruang tata usaha. Kertasnya tipis, kadang…

    Selengkapnya »
  • Cerpen

    Budeng 

    “KAMU itu sudah terkena pelet sehingga tidak bisa melupakan perempuan penari itu.”  Suara ayahnya menggelegar. Menghantam kuping Markudut, sang anak…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Pak Besar

    LELAKI itu membuka jendela rumahnya setiap pagi layaknya orang yang baru keluar dari kegelapan. Dia tinggal di dalam rumahnya sepanjang…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Ibu Tidak Pernah Sekolah

    SAAT masih SD aku penasaran pada Ibu yang tak pernah kudapati menulis dan berhitung.  Lalu Ibu mengaku tidak pernah sekolah. …

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Jemari dalam Senja Minang

    DI TEPIAN Danau Maninjau, saat lembayung jingga memeluk bukit-bukit, aku seringkali terhanyut dalam lamunan. Bukanlah lamunan kosong, melainkan sebuah jejak…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!