GIANYAR, Balipolitika.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar bergerak cepat menangani kejadian longsor yang terjadi di kawasan objek wisata Ceking, Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Rabu, 28 Januari 2026 sekitar pukul 17.15 Wita.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta menuturkan bahwa longsor dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Tegalalang sejak sore hari.
Kejadian pertama kali dilaporkan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Desa Tegallalang, setelah material tanah dan kayu menutup badan jalan pada Jalur Ceking–Kintamani, sehingga akses lalu lintas sempat tertutup total.
Nihil korban jiwa, longsor itu menyebabkan kerusakan pada 4 unit sepeda motor, 1 unit mobil, serta beberapa fasilitas restoran di sekitar lokasi dengan taksiran kerugian material mencapai Rp200 juta.
“Menindaklanjuti laporan TRC Desa Tegallalang, kami BPBD Kabupaten Gianyar langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektoral yang terdiri dari TRC BPBD Gianyar, TRC Desa Tegallalang, Polsek Tegallalang, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Tegallalang, serta mendapat dukungan dari TRC Dinas PUPR Provinsi Bali,” ujarnya.
Dibya Presasta menjelaskan bahwa dalam proses penanganan longsor ini, tim mengerahkan berbagai sarana dan prasarana antara lain backhoe loader, truk serbaguna, mesin chainsaw, mesin semprot, genset, lampu merkuri, dan peralatan pendukung lainnya.
Penanganan dilakukan sejak pukul 18.00 Wita hingga 02.00 Wita, dengan total waktu penanganan sekitar 8 jam.
“Dalam proses pembersihan material longsor, kami menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi tanah yang labil dan rentan pergeseran, sehingga beberapa kali terjadi longsor susulan. Selain itu, tersumbatnya aliran air irigasi subak turut memperlambat proses pembersihan, serta volume material longsor yang cukup besar menyebabkan pengangkutan harus dilakukan secara bertahap,” paparnya.
Untuk kebutuhan mendesak rincinya yang diperlukan saat ini meliputi pengangkutan lanjutan material longsor oleh Dinas PUPR Provinsi Bali, pemotongan pohon besar yang berpotensi tumbang, serta mediasi dengan pemilik lahan untuk melakukan penyenderan lahan guna mencegah kejadian serupa.
“Kami BPBD Kabupaten Gianyar mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu waspada saat hujan lebat, menghindari kawasan rawan longsor, serta segera menghubungi layanan darurat 112 Gianyar apabila menemukan kondisi yang membahayakan,” pungkasnya. (bp/ken)













