BALI, Balipolitika.com – Kematian tragis kembali menimpa warga negara asing di pusat pariwisata Bali.
Kali ini, seorang kakek lanjut usia asal Inggris bernama Percy Hendry Bailey (85), terbujur kaku di sebuah vila di Jalan Sri Wedari, Lingkungan Tegallantang, Ubud.
Tragisnya, saat penemuan, korban dalam posisi terlentang di atas sofa ruang tamu dan hanya mengenakan pampers! Penemuan memilukan ini terkuak, saat staf vila datang untuk mengantarkan makanan.
Alih-alih mendapat sambutan, saksi justru mendapati sang kakek sudah tidak bergerak dan tak merespons sama sekali. Panik melihat kondisi tersebut, saksi langsung memanggil bantuan hingga tim medis dan polisi tiba di lokasi kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan medis menggunakan alat EKG, jantung korban sudah berhenti berdetak dan perkiraan telah mengembuskan nafas terakhir sejak malam sebelumnya.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, langsung memimpin olah TKP. Polisi mengungkapkan bahwa dua minggu sebelum kematiannya, lansia yang sudah lama menetap di Ubud ini sempat terjatuh hingga mengalami pergeseran tulang paha kanan dan tidak bisa berjalan normal.
Meski di tubuh korban hanya ada luka lecet bekas jatuh, dan dugaan kuat meninggal secara alami karena faktor usia serta sakit, peristiwa ini tetap memicu perhatian publik.
Bagaimana bisa seorang lansia asing yang mengalami cedera parah, menghabiskan saat-saat terakhirnya dalam kondisi seperti itu di sebuah vila? Di mana pengawasan ketat terhadap orang asing yang sudah uzur dan sakit-sakitan di Bali?
Saat ini, jenazah sang kakek telah berada ke RS Ari Canti Mas Ubud untuk penitipan sementara, sembari menunggu kedatangan pihak keluarganya yang kabarnya berada di Australia.
Kasus ini pun masih dalam pendalaman Unit Reskrim Polsek Ubud, guna memastikan tidak ada kejanggalan lain di balik kematian korban.
Ubud memang magnet bagi ekspatriat untuk menghabiskan masa tua, namun kisah ini menjadi pengingat pilu tentang kesendirian di masa senja. (BP/OKA)









