Sastra
-
Puisi-Puisi Santi Maulana Aria
Titik Biru Pucat kulihat rumah dari jendela langit: hanya setitik debu biru melayang dalam gelap di titik itu bayi pertama…
Selengkapnya » -
Balada Mantra Pembungkam
DI NEGERI Gemah Ripah Loh Jinawi, hiduplah rakyat yang lihai sekali berbisik. Bukan karena bisikan itu indah, tapi karena, “Ssst!…
Selengkapnya » -
Menjejak Laku Ganapati: Jalan Intelektual di Tengah Sengkarut Zaman*
TRADISI BALI mengenal Bhatara Ganapati atau Ganesa sebagai simbol intelektualitas. Beragam ikon tersemat pada entitas Ganapati yang merupakan simbol kecerdasaan…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Vito Prasetyo
Risalah Hati yang Retak Malam tidak terlihat samar ditelan angin detak waktu seperti tidak ada bedanya dengan denyut nadi berpacu…
Selengkapnya » -
IJAZAH PAK IDRIS
PAK IDRIS tidak memahami apa yang sedang diributkan orang-orang akhir-akhir ini. Dia hanya sering melihat di televisi orang-orang sedang ramai…
Selengkapnya » -
Dewa Indra Dimuliakan di Bali
DEWA INDRA merupakan salah satu dewa utama dalam kepercayaan Hindu di India dan di Bali. Dalam teks-teks seperti lontar Usana…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Renta Ivone Dewi Arimbi Situmorang
Apa Aku Juga Harus Begitu? Antar anak sekolah, lap ingus yang keleleran, bikin kopi suami kopi cap suami, atau mengkopi…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Giffari Arief
Tandaskan Tubuhku di Terang Tubuhmu Tandaskan tubuhku di terang tubuhmu berkali-kali meskipun beberapa hal terus ditahankan meskipun beberapa wujud mengunci…
Selengkapnya » -
Jarah
Kamis siang, langit Kota Sine Qua Non pecah kaca. Hujan berhamburan. Desau desing campuran air dan gema. Luka dan melukai…
Selengkapnya »









