Esai
-
TK Al Hidayah 2: Keliling Dunia dari Sebuah Panggung Seni
DI TENGAH dunia yang semakin terhubung oleh teknologi, manusia justru menghadapi paradoks yang menarik. Kita dapat melihat berbagai budaya dari…
-
Ketika Kosmetik Verbal Membius Nalar Publik
“Bahasa politik dirancang untuk membuat kebohongan terdengar jujur dan pembunuhan menjadi terhormat, serta untuk memberikan kesan seolah-olah angin kosong memiliki…
-
Diabolisme Intelektual dan Pasar Gelap Prestise
PADA pukul sembilan pagi seorang penyair membuka media sosial, mengunggah foto dirinya di sebuah festival sastra, menandai lima belas orang,…
-
Lelabuhan: Zaman yang Kehilangan Persembahan
KAMIS, 11 JUNI 2026, dalam forum Sewelasan: Maskumambang Sinau Nyinaoni di Sasono Bagus Budoyo, saya bertemu kembali dengan sebuah kata…
-
Reboan Musik: Ruang Perjumpaan Karya Lintas Disiplin Seni
DI ZAMAN ketika hampir segala hal diukur dengan angka, algoritma, dan keuntungan ekonomi, ruang-ruang kebudayaan sering kali dianggap sebagai kegiatan sampingan…
-
PAJAK PENULIS TURUN, TETAPI APA NEGARA SUDAH SIAP MEMBACA?
AKHIRNYA negara melirik penulis juga. Setelah sekian lama profesi ini diperlakukan seperti makhluk mitologis yang hidup dari kopi sachet, diskon…
-
Peradaban Bunyi di Tugu Pendekar
DI TENGAH zaman ketika ruang publik semakin sering dipenuhi hiruk-pikuk konsumsi dan hiburan instan, muncul sebuah pertanyaan yang jarang diajukan:…
-
Ketika Seniman Terlalu Serius terhadap Dirinya Sendiri
BEBERAPA tahun terakhir saya mulai curiga bahwa sebagian dunia kesenian Indonesia mengalami gejala yang cukup mengkhawatirkan: terlalu serius terhadap dirinya…
-
PASAR AI-DETECTOR
“Maaf, tulisan Anda terdeteksi 87 persen AI.” Kalimat itu jatuh di layar laptop seperti vonis sidang tilang futuristik. Seorang mahasiswa…









