BALI, Balipolitika.com -Turis Selandia Baru, meninggal dunia dalam sebuah kamar guest house di Ubud. Penemuan jasadnya pada Minggu, 8 Maret 2026.
Belum ada yang paham, apa yang menjadi penyebab kematian ini. Polsek Ubud masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
Berdasarkan data bernama Leigh Martin Cox, usia 67 tahun. Selama menginap, Cox hanya tinggal sendirian.
Kematian korban ini pertama kali karyawan guest house, Ni Ketut Ayu Arinandini yang tahu. Saat itu sekitar pukul 10.00 Wita, ia hendak membersihkan kamar korban. Ketika mengetuk kamar, dan menunggu cukup lama, korban tidak merespon.
Karena curiga korban tak kunjung keluar, iapun berinisiatif mengintip dari celah jendela. Saat itu ia melihat kaki korban. Ketika pintu terbuka, ia mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bergerak di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh yang telah menghitam.
Setelah itu, ia melaporkan pada pemilik guest house. Lalu kejadian ini pun segera laporan ke Polsek Ubud. Tak berselang lama, petugas Polsek Ubud dalam pimpinan Pawas, AKP I Wayan Sukarta bersama personel piket fungsi tiba di lokasi.
Mereka lantas melakukan pengamanan serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi berkoordinasi dengan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.
Hasil pemeriksaan sementara oleh dokter I Komang Wisnu Satria, menyatakan korban telah meninggal dunia dengan beberapa tanda kematian seperti tidak adanya denyut nadi, refleks pupil negatif, serta ada lebam dan kaku mayat.
Selain itu, terdapat tanda pembusukan lanjut pada tubuh korban yang menunjukkan korban perkiraan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum penemuan.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara membenarkan hal tersebut. “Pada tubuh korban tidak ada luka terbuka maupun tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam atau benda tumpul,” ujarnya.
Namun saat pihaknya melakukan olah TKP, ada sejumlah obat-obatan dan suplemen kesehatan di dalam kamar korban. Dalam memastikan kematian korban, sejumlah barang pribadi korban turut petugas amankan untuk kepentingan penyelidikan.
“Penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara korban meninggal akibat henti jantung, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari tenaga medis. Kami masih melakukan pendalaman terkait riwayat kesehatan korban serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait,” ujar Kompol Antara. (BP/OKA)













