BADUNG, Balipolitika.com– Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa berdialog dengan lintas komunitas sekitar Pantai Kuta di Skatepark Pantai Kuta, Jalan Pantai Kuta, Kuta, Sabtu, 13 September 2025.
Pertemuan ini antara lain membahas tentang pengelolaan dan penataan Pantai Kuta.
Adi Arnawa seusai acara menegaskan bahwa dialog ini merupakan ruang untuk mendengarkan langsung masukan, kritik, maupun saran dari komunitas yang setiap hari beraktivitas di kawasan Pantai Kuta sekaligus memantau secara langsung perkembangan di destinasi pariwisata tersebut.
Hal ini seiring dengan rencana Pemkab Badung melakukan pengelolaan dan penataan Pantai Kuta.
“Saya bertemu dengan tokoh-tokoh dari komunitas yang ada di sekitar Pantai Kuta sekaligus memantau secara langsung perkembangan daripada Pantai Kuta yang memang kelihatannya cukup krodit (ramai) di sini dan memang perlu kita tata. Dan seiring dengan rencana pemerintah daerah yakni, pertama untuk mengatasi abrasi di Pantai Kuta. Kedua, di balik kita mengatasi abrasi itu bagaimana kita juga bisa mempertahankan kualitas ombak yang ada di Pantai Kuta karena merupakan salah satu ombak yang menjadi daya tarik daripada surfer (peselancar) dunia dan ini harus tetap dijaga hingga nanti benar-benar Kuta tetap menjadi destinasi idaman masyarakat internasional,” jelasnya.
Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa melalui dialog ini, Pemkab Badung meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan penataan berkelanjutan, mengedepankan kolaborasi dengan komunitas, dan memastikan Pantai Kuta tetap menjadi kebanggaan serta daya tarik pariwisata dunia.
Ia menekankan perlunya pembenahan menyeluruh, mulai dari aspek pengelolaan hingga infrastruktur pendukung.
“Selanjutnya saya juga memantau perkembangan Kuta ke depan. Ini memang harus segera kita tata karena bagaimanapun juga Pantai Kuta ini adalah salah satu destinasi yang sudah menjadi ikonik bagi Kabupaten Badung dan Bali secara umum. Ini memang harus kita pertahankan dengan cara melakukan pembenahan baik terkait dengan pengelolaannya maupun konstruksinya. Di sini yang saya lihat pedestriannya harus segera diperbaiki sehingga nanti benar-benar masyarakat maupun wisatawan merasa nyaman untuk datang berlibur menikmati Pantai Kuta ini,” pungkasnya.
Dialog ini dihadiri oleh berbagai elemen termasuk, Lurah Kuta Putu Dedik Ardiana, Balawista Kabupaten Badung Marshello Lolot Aryafara, musisi sekaligus aktivis lingkungan I Gede Ari Astina (Jerinx SID), dan tokoh-tokoh komunitas di Pantai Kuta. (bp/ken)













