DARI semua Kerthi yang termaktub dalam janji kampanye Pak Koster, saya tidak terlalu memperdulikan kerthi-kerthi lainnya, melebihi saya menseriusi WANA KERTHI.
Karena menurut saya, ini adalah program brilian, serius, dan belum pernah ada dalam program gubernur sebelumnya.
Saya menaruh harapan besar tentang hal ini mengingat sudah terlalu tingginya kerusakan hutan dan ekosistem yang sudah terjadi di Bali.
Sayangnya, sampai detik ini (hingga 11 Juli 2020 atau 5 tahun silam, red) saya belum menemukan program kerja yang jelas, terstruktur, dan executable.
Mari kita break down satu-persatu permasalahan yang sudah terjadi.
Eksploitasi Air Tanah
Telah terjadi pemanfaatan air tanah yang berlebihan oleh Industri pariwisata dan masyarakat di dataran rendah, Badung, Denpasar dan Gianyar.
Eksploitasi berlebihan ini terjadi karena GAGALNYA PDAM dalam memenuhi kebutuhan air tersebut.
Tidak Lucu bukan? mana ada bisnis yang membiarkan peluang besar ini tak tergarap?
Sederhananya, pelanggan sudah datang berkerumun, tapi kita nggak bisa melayani mereka karena kemampuan produksi kita terbatas.
Kenapa tak lucu? karena JUTAAAN kubik air permukaan terbuang setiap minggunya ke laut.
Ada banyak sekali masalah baru yang akan timbul yang diakibatkan oleh eksploitasi air tanah ini: menurunnya debit mata air di dataran menengah, menurunnya level air tanah sehingga lahan di dataran menengah cenderung lebih cepat kering, dan kemungkinan terburuknya adalah intrusi air laut.
Zaman Gubernur Mangku Pastika, penggunaan air tanah ini malah dibuatkan pergub dan dipungut pajak.
Penggundulan Hutan
Perusakan hutan yang massive di hampir seluruh wilayah hutan produksi terbatas dan HUTAN LINDUNG.
Perusakan terparah terjadi di KINTAMANI, wilayah Danau Beratan, Buyan, Tamblingan, Gunung Sang Hyang, Gunung Merbuk, Taman Nasional Bali Barat, Gunung Abang, lereng Gunung Agung.
Air Hujan Terbuang Sia-Sia
Terbuang sia-sianya air hujan yang berlimpah tanpa sempat tertampung ke dalam kerak bumi menjadi masalah tersendiri.
Permasalahan ini bukan semata-mata terjadi karena kerusakan hutan, tapi juga disebabkan oleh hilangnya pemahaman manusia Bali tentang Tri Hita Karana, serta buruknya perencanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah.
Mari kita bahas satu per satu, pertama modernisasi gaya hidup manusia Bali yang serba tanggung mengakibatkan perubahan pola pembangunan dalam lingkup terkecil: rumah tangga.
Saya tidak tahu persentasenya, tapi pekarangan rumah yang TIDAK LAGI memiliki halaman bertanah jumlahnya sangat besar; bayangkan berapa kubik air yang bisa diserap oleh permukaan tanah satu pekarangan? banyak, lalu kalikan dengan ratusan ribu rumah yang kini halamannya sudah dibeton, dipasangi batu sikat, dipaving.
Air tadi kemudian akan dibuang ke jalan dan sialnya seluruh drainase di pinggir jalan memiliki konstruksi yang sama sekali tidak memiliki serapan; sedih sekali, satu siklus musim hujan, dan air terbuang begitu saja ke lautan.
Rendahnya Kesadaran Tanam Pohon
Rendahnya kesadaran menanam pohon pada lahan-lahan yang kritis, seperti sempadan sungai, perbukitan, atau bahkan lahan telajakan rumah, yang seyogianya mampu meningkatkan produksi oksigen, menjaga suhu, sehingga mampu menahan kelembaban udara, dan menjaga peluang kondensasi awan yang bisa memperpanjang dan meratakan curah hujan.
Ide Konkrit 1 Kurangi Eksploitasi Air Tanah
Solusi yang kami tawarkan tidak memerlukan rocket science dan dana yang besar.
(a) Revisi pajak air tanah dengan cara moratorium pembuatan sumur bor untuk Industri dan akomodasi pariwisata; tingkatkan pajaknya menjadi 1.000 persen dari tarif saat ini.
(b) Konsorsium PDAM. Lakukan pembangunan estuari DAM di hilir sungai dengan debit air buangan terbesar: Tukad Unda. Estuari DAM untuk menampung cadangan air untuk melayani Kabupaten Klungkung, Gianyar, Badung, Denpasar akan dapat dilakukan dengan sistem konsorsium BUMD 4 kabupaten, pendanaan secara multi years dengan sistem Saham IPO bagi BUMD dan BUMN. Bank BPD Bali memiliki kemampuan untuk menjadi salah satu funding sources. Masih kurang uang? gandeng BUMN Karya: Adhi Karya, Waskita Karya dan lain-lain. Masih kurang? Ajukan BKK ke pemerintah pusat. Kita nyumbang 150 triliun per tahun, masak nggak punya nyali untuk meminta hak kita? Anggota DPR RI Provinsi Bali seharusnya cukup kuat jika mereka bersatu dan berjuang bersama. Gubernur kita katanya memiliki hubungan yang dekat dengan Presiden, nggak mampu lobi-lobi? Saya pernah bahas estuari DAM ini di sebuah forum dan seseorang meng-inbox saya bahwa sudah ada rencana estuari DAM ini akan dibangun dan akan dikelola investor SWASTA!! Menurut saya ini IDE MEMALUKAN. Saya tak sudi jika harus beli air konsumsi dari pihak swasta yang mengeruk keuntungan dari alam Bali.
(c) Buatkan Aturan Eco-ethic untuk memaksa para pemodal yang telah mengeksploitasi alam Bali selama puluhan tahun untuk GIVING BACK. Jika rer satu occupied kamar hotel menghabiskan 25 kubik air per tahun, sementara satu pohon berusia 25 tahun hanya mampu menggkonserv 200 liter air per tahun, berapa pohonkah yang harus ditanam oleh satu hotel?
Ide Konkrit 2 Rekonservasi Hutan
(a) Lakukan pendataan ulang luasan hutan lindung dan hutan produktif. Siapkan regulasi dan kerjasamakan dengan desa adat yang mewilayahi hutan tersebut. Siapkan satgas gabungan untuk melakukan tindakan tegas pada para perusak hutan.
(b) Peninjauan kembali Hak Guna Pakai/Hak Guna Usaha hutan-hutan yang telah diberikan kepada pihak-pihak tertentu yang secara hukum telah melanggar wilayah hutan lindung.
(c) Lakukan kerja sama CSR dengan seluruh dunia industri bersama dengan komunitas untuk melakukan penghijauan sepanjang tahun. Bukan penghijauan ceremonial menanam 1 juta pohon yang akhirnya tinggal 1 pohon yang bertahan hidup. Serahkan penanaman kepada mereka yang memiliki skills dan tanggung jawab moral, biayai, cukupi kebutuhan hidup mereka selama proses reboisasi.
(d) Tanam pohon yang memiliki manfaat jangka panjang nonkayu, pohon buah, pohon aren, pohon pinang, dan atau pohon-pohon besar lain yang daunnya bisa dipakai pakan ternak.
(e) Bentuk kelompok peternak Sapi dan kambing, serta koloni lebah untuk merawat dan menjaga luasan hutan tertentu dengan pembagian wilayah yang jelas pada hutan produktif.
Ide Konkrit 3 Konservasi Air Hujan
(a) Buatkan aturan untuk masing-masing pekarangan rumah agar tetap membiarkan halaman rumahnya berupa tanah dengan persentase tertentu. Bagi yang tinggal di lahan sempit, wajibkan untuk membuat biopori dengan rasio jumlah tergantung luas lahan yang tidak ada bangunanya.
(b) Buat perencanaan menyeluruh untuk membuat drainase di semua pinggir jalan baik di desa maupun di kota, agar memiliki kemampuan untuk menyerap air hujan ke dalam kerak bumi.
Ide Konkrit 4 Reboisasi Lokal: Nandurin Karang Awak
Lakukan gerakan penanaman pohon di semua tempat yang memungkinkan, di pinggir jalan, di tanah-tanah kosong, di pekarangan rumah, tanam sebanyak-banyaknya pohon jenis apa saja,
Saya yakin tim ahli anda sudah membuat program nawa kerthi untuk anda, tapi jika program mereka tidak MENGAKOMODASI salah satu dari permasalahan di atas, pecat saja. Nggak ada gunanya bayar tim ahli mahal mahal jika mereka tidak bisa melihat permasalahan riil yang mengancam keberlangsungan alam Bali. (*)













