TABANAN, Balipolitika.com– Dalam rangka mendukung peningkatan pelayanan transportasi publik di Bali, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri penandatanganan kerja sama pembiayaan Trans Metro Dewata Tahun 2026.
Acara penting ini digelar di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Bali, Kamis, 4 September 2025 sebagai langkah lanjutan penguatan sistem angkutan umum lintas kabupaten/kota.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dan dihadiri oleh Bupati Badung, Wali Kota Denpasar, Bupati Tabanan, serta Bupati Gianyar.
Kehadiran empat kepala daerah ini menjadi kunci penting dalam sinergi pembangunan transportasi publik, mengingat jalur Trans Metro Dewata melintasi keempat wilayah tersebut.
Sanjaya turut hadir didampingi oleh Asisten III serta perwakilan perangkat daerah terkait dari Pemerintah Kabupaten Tabanan.
Koster menyampaikan pentingnya keberlanjutan dan realisasi penyelenggaraan angkutan umum, khususnya di wilayah perkotaan.
Ia menekankan, bahwa pengembangan transportasi publik bukan hanya untuk memperlancar mobilitas, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi sosial, mendorong masyarakat untuk lebih terbiasa dan percaya pada sistem transportasi umum yang efisien.
Menurut Koster keberlanjutan Trans Metro Dewata merupakan langkah strategis dalam membangun budaya baru dalam bertransportasi.
Dengan sistem yang terintegrasi dan mudah diakses, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa transportasi publik dapat menjadi pilihan utama yang nyaman dan terjangkau.
Hal ini juga sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan memperbaiki kualitas lingkungan.
Komitmen bersama yang ditunjukkan oleh para kepala daerah menjadi fondasi kuat bagi kelancaran program ini.
Pemerintah daerah didorong untuk aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta mendukung pembiayaan dan infrastruktur pendukung agar layanan Trans Metro Dewata bisa dinikmati secara optimal oleh warga di keempat kabupaten/kota.
Komang Gede Sanjaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah strategis yang dilakukan oleh Gubernur Bali.
“Kami sangat mendukung langkah strategis ini. Trans Metro Dewata adalah solusi konkret dalam memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya di Tabanan. Ini adalah wujud komitmen bersama dalam membangun sistem transportasi publik yang layak dan berkelanjutan di Bali,” ujarnya.
Diketahui untuk tahun anggaran 2026, pembiayaan transportasi umum Trans Metro Dewata dianggarkan sebesar Rp56,3 miliar di mana 30 persennya atau Rp16,9 miliar dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali sementara 70 persennya atau Rp39,4 miliar dianggarkan oleh 4 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali.
Rp39,4 miliar ini dibagi menjadi Badung Rp16,6 miliar, Denpasar Rp15,5 miliar, Gianyar Rp5,3 miliar, dan Tabanan Rp1,6 miliar. (bp/ken)













