BADUNG, Balipolitika.com- Dari Hutan Poh Getas ke Jero Getasen. Bali dikenal dengan pura dan keindahan alam, namun kisahnya berakar dari intrik. Sejarah Desa Getasan berawal dari perselisihan istana di Ubud. Kisah ini menceritakan pengorbanan seorang adik demi wibawa kerajaan.
Dahulu kala, sebuah kerajaan megah berdiri di daerah Ubud. Kerajaan itu diperintah Raja I Gusti Ngurah Sampalan yang bijaksana. Rakyat merasa aman, tentram, dan kerta raharja. Raja mencintai masyarakat dan keluarga kerajaan. I Gusti Ngurah Sampalan memiliki adik, I Gusti Ngurah Ubud.
Pada suatu ketika, perselisihan terjadi di istana. Perselisihan terjadi antara kedua kakak beradik ini. Perselisihan itu berkepanjangan dan tidak bisa didamaikan. Demi tegaknya wibawa kerajaan, I Gusti Ngurah Ubud mengalah. Ia yang bijaksana minta doa restu kakaknya.
Ia pergi meninggalkan kerajaan ke barat. Ia menyeberang Sungai Ayung membawa 100 orang pengiring. Saat matahari terbenam, mereka tiba di tengah hutan. Hutan itu adalah Desa Karangdalem sekarang. Ia memerintahkan semua pengikutnya beristirahat.
Hutan Poh Getas Menjadi Jero Getasen
Keesokan harinya, mereka menerobos hutan belantara. Mereka menuju utara melewati Desa Samuan dan Carangsari. Mereka juga melewati Desa Telugtug yang jauh. Mereka tiba di kawasan hutan Mangga (Poh Getas) yang lebat. Beberapa pengikut menyarankan untuk beristirahat. Peristiwa ini bertepatan pada hari Jumat Keliwon.
I Gusti Ngurah Ubud ingin menetap di sana. Ia ingin mendirikan tempat tinggal di Hutan Poh itu. Keinginan itu disampaikan kepada para pengikut. Ia memerintahkan semua membangun sebuah rumah (Jero). Mereka diizinkan membangun perumahan di sekitar Jero.
Karena tempat tinggal itu Hutan Poh Getas. I Gusti Ngurah Ubud memberi nama Jero Getasen. Nama ini lama kelamaan menjadi sebutan Getasan.
Pemekaran Desa Getasan
Setelah sekian lama menetap, pengikutnya bertambah banyak. Mereka membentuk sebuah Desa yang baru. Desa itu diberi nama Desa Adat Getasan. Desa Adat Getasan terdiri dari empat Banjar Adat. Ada Banjar Adat Ubud, Tengah, Kauh, dan Buangga.
Sejarah Desa Getasan merupakan pemekaran dari Desa Carangsari. Pemekaran ini terjadi pada tahun 2002. Desa Getasan kini menjadi desa tersendiri yang mandiri. Ia menjadi satu Desa Dinas dan satu Desa Adat. Desa Getasan berada di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Tempat ini menyimpan cerita pengorbanan dan persatuan yang inspiratif. (BP/CHA).













