BADUNG, Balipolitika.com– Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana menghadiri kegiatan pembinaan seni rupa “Mengukir Tapel Topeng Keras Style Bebadungan” yang diselenggarakan oleh Listibiya Kabupaten Badung di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Selasa, 26 Mei 2026.
Kehadiran tersebut merupakan bentuk komitmen dan dukungan nyata lembaga legislatif terhadap upaya pelestarian seni dan budaya tradisional adiluhung di gumi keris.
Selain memberikan apresiasi, Graha Wicaksana mendorong Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan (Listibiya) Badung dan para seniman untuk konsisten menjaga pakem seni ukir khas Badung.
“Seni ukir style Bebadungan adalah identitas budaya kita yang sangat bernilai estetis dan filosofis. DPRD Kabupaten Badung akan selalu mendukung program pembinaan seperti ini agar terjadi regenerasi dan seni tradisi kita tetap lestari,” ujar Graha Wicaksana.
Graha Wicaksana menyampaikan fakta bahwa peristiwa budaya, salah satunya “Ngodakin Sesuhunan” merupakan tradisi Hindu Bali yang terus-menerus berlangsung.
Ia mengajak warga Badung untuk belajar seni ukir agar kegiatan suci dalam rangka memperbaiki, mempercantik, atau menyucikan kembali sesuhunan (simbol keagamaan yang disakralkan di pura, seperti tapel, barong, atau rangda) tidak terus-menerus “impor” dari luar Badung.
“Pembinaan seni ukir ini idealnya dipupuk sejak anak usia dini. Selama ini, ketika Ngodakin Sesuhunan, masyarakat kita di Badung dominan memanfaatkan jasa seniman asal kabupaten lain. Agar bisa berdikari, dari Badung untuk Badung, langkah-langkah pembinaan seperti ini patut dikembangkan,” ucap Graha Wicaksana.
Seni ukir khas Bali ke depan dinilai akan bernilai sangat tinggi seiring rendahnya minat masyarakat menekuni bidang ini.
“Jika digeluti dengan serius, bidang ini perputaran ekonominya luar biasa. Visi-misi Listibiya Badung bagus sekali agar muncul seniman tapel dan ukir asli Badung. Kita semua harus sadar serta paham bahwa aktivitas budaya ini akan terus-menerus berlangsung secara berkesinambungan sehingga generasi muda memang harus didorong untuk belajar sejak usia dini. Seni itu adalah pondasi kebudayaan Bali,” tegas Graha Wicaksana.
Pembinaan yang diinisiasi oleh Ketua Listibiya Badung I Gusti Ngurah Artawan, S.Sn dan Sekretaris I Putu Wahyudi Cahya Putra ini diikuti dengan antusias oleh 65 seniman ukir perwakilan desa se-Kabupaten Badung.
Melalui kegiatan ini, para seniman diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas karya sekaligus menjaga keaslian karakter tapel Topeng Keras Style Bebadungan dari generasi ke generasi. (bp/ken)













