BALI, Balipolitika.com – Lebaran 2026 di Bali berawal dengan pemandangan horor!
Jalur maut Denpasar-Gilimanuk benar-benar terkunci total. Antrean kendaraan mengular hingga 32 kilometer, memaksa ribuan orang terjebak dalam “penjara” aspal selama belasan jam!
Rekor macet 14 jam ini menjadi atensi semua pihak. Perjalanan yang biasanya cukup 3 jam, kini membengkak jadi 14 jam lebih.
Banyak pemudik yang kehilangan kesabaran, dan memilih turun dari kendaraan untuk berjalan kaki sejauh 25 Km demi mengejar kapal.
“Mending jalan sehat daripada stres di mobil,” tulis salah satu pemudik yang viral di TikTok. Seluruh kantong parkir di Gilimanuk sudah penuh sesak.
Jalur tikus di pemukiman warga pun ikut “mampet” karena volume kendaraan yang sudah di luar nalar. Polisi kini menerapkan delay system.
Truk-truk besar (sumbu 3 ke atas) parkir di buffer zone wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan agar tidak semakin memperparah sumbatan di Jembrana.
Pihak otoritas telah mengerahkan 32 kapal dengan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) demi mempercepat sirkulasi. Namun, derasnya arus pemudik seolah tak terbendung!
Akankah skenario mudik setiap tahun selalu berakhir seperti ini? ataukah infrastruktur kita memang sudah tidak sanggup menahan beban ledakan pemudik dari Bali? (BP/OKA)












