JAKARTA, Balipolitika.com- Terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) periode 2023-2028 dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PKN yang digelar di Jakarta, Jumat, 14 Juli 2023, Anas Urbaningrum tiba-tiba mundur.
Pilihan undur diri Anas Urbaningrum yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat masa bakti 2010-2015 hasil Kongres II Partai Demokrat, Jumat-Minggu, 21-23 Mei 2010 di Padalarang, Bandung Jawa Barat itu disampaikan oleh Ketua Majelis Agung PKN, I Gede Pasek Suardika, SH., M.H., Selasa, 3 Maret 2026 sebagaimana status media sosial yang ditulisnya, Senin, 2 Maret 2026.
“Dinamika politik seringkali unpredictable dan begitu juga dengan langkah politik saya hingga hari ini. Selalu bergerak dinamis. Hari ini (Senin, 2 Maret 2026, red) secara resmi Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas telah menandatangani dan menyerahkan SK resmi di mana posisi saya saat ini kembali menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) karena ketum yang lama, Anas Urbaningrum mengundurkan diri akibat ada kesibukan domestik yang mengharuskan memfokuskan waktunya tahun-tahun ini dan tahun kedepannya. Sementara di sisi lain, beban kesibukan teknis partai politik justru makin meningkat belakangan ini hingga Pemilu 2029 nanti. Sehingga AU memilih fokus pada urusan yang tidak bisa ditinggalkan tersebut,” ungkap GPS- sapaan akrab Gede Pasek Suardika.
“Di tengah kesibukan, tentu menjadi hal menggembirakan ketika lewat komunikasi pribadi singkat, akhirnya Menteri Hukum menyempatkan waktunya untuk menerima saya dan rombongan dan kemudian secara administrasi penanganan kepengurusan diproses di Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU). Ini menjadi kali kedua saya sebagai ketua umum di partai yang saya rintis dan kembangkan bersama teman-teman aktivis yang mencintai kenusantaraan. Yang pertama, saat merintis di awal hingga ditetapkan lolos menjadi partai politik peserta Pemilu 2024 lalu,” urai GPS.
“Tentu ini tantangan yang berat bagi saya di tengah kesibukan profesi harus berbagi waktu untuk mengurus partai politik dengan cakupan wilayah seluruh Indonesia. Sangat berat memang, tetapi ini tantangan yang harus dilewati sebagai bagian panggilan sejarah berani membuat partai politik. Paling tidak di posisi ketua umum, ada wajah Bali juga berada di partai politik yang sah berbadan hukum,” imbuhnya.
“Tentu doa restu dukungan dan kebersamaan sahabat-sahabat netizen bisa memberikan spirit dan penambah semangat untuk melewati tantangan yang tidak mudah ini. Sekali lagi, ini tantangan berat dan kepercayaan yang tidak mudah untuk dipikul. Semoga semua dilancarkan,” tutup GPS.
Sebagaimana diketahui, menanggalkan jabatan Sekretaris Jenderal DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pada Kamis, 28 Oktober 2021, GPS, politisi yang lahir di Singaraja, Buleleng, Bali, 21 Juli 1969 didaulat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara sejak 2021.
Dalam perjalanannya, politisi senior yang pernah bergabung dengan Partai Demokrat dan terpilih sebagai anggota DPR-RI periode 2009-2014 dan pernah duduk di kursi DPD RI Dapil Bali ini menyerahkan jabatan Ketua Umum PKN kepada Anas Urbaningrum pada pertengahan Juli 2023.
Kala itu, kepada awak media GPS menyebut pergerakan PKN akan lebih cepat apabila dipimpin oleh sosok politikus berdarah dingin seperti Anas Urbaningrum.
“Etape pertama lolos Kumham (Kemenkumham), etape kedua lolos KPU, dan kini etape ketiga setengah jalan masih saya. Nanti, setelah Mas Anas bebas murni menjalani CMB (cuti menjelang bebas), akan saya serahkan jabatan ketua umum saya kepada Beliau. Sekarang saya masih tuntaskan secara maksimal,” jelas GPS 2 tahun 8 bulan silam. (bp/ken)













