NASIONAL, Balipolitika.com – Nekat berujung petaka!
Ambisi berburu foto dokumentasi di puncak gunung, saat cuaca buruk kembali memakan korban jiwa.
Lima orang pendaki tersambar petir, secara brutal saat berada di puncak Gunung Monrolo, Kecamatan Tompobulu, Maros, Sulawesi Selatan, pada Minggu (24/5) sore.
Naas, dari kelima korban, seorang pemuda bernama Fauzan (25) tewas mengenaskan di lokasi kejadian. Sementara empat rekannya berhasil selamat dari maut.
Kisah tragis ini bermula saat cuaca tiba-tiba berubah ekstrem, dan hujan lebat mengguyur ketika mereka mencapai puncak.
Bukannya segera mencari tempat perlindungan yang aman, mereka tetap asyik mengambil gambar dokumentasi.
Seketika itu juga, petir menyambar menyasar tubuh mereka! Proses evakuasi oleh tim SAR gabungan berjalan sangat dramatis.
Karena kontur Gunung Monrolo (1.109 mdpl) yang terkenal sangat terjal, berbatu, dan curam, tim terpaksa melakukan pendakian malam hari dan menggunakan tali pengaman.
“Gunungnya terjal dan berbatu. Ada beberapa titik yang mengharuskan tim menggunakan tali karena medan yang sangat curam,” ungkap Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar.
Jasad korban baru berhasil terevakuasi turun ke kaki gunung, pada Senin (25/5) pagi setelah Tim SAR gabungan berjuang menembus medan berbahaya selama berjam-jam, dan langsung ke Puskesmas Tompobulu.
Tragedi ini menjadi tamparan keras, bagi para pencinta alam! (BP/OKA)











