Sastra Balipolitika
-
Sastra
Puisi-Puisi Putu Oka Sukanta
SAMPAH REPUBLIK Di kala negeriku gelap Rumah mewah itu gemerlap Di kala rakyat kelaparan Mereka muntah kekenyangan Di kala masyarakat…
Selengkapnya » -
Sastra
Lelaki dalam Cangkang
ANGIN berdesir pelan di sela jendela kayu yang catnya mulai mengelupas. Di sudut ruangan yang remang, seorang lelaki duduk terpaku memandang…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi M Abdul Roziq
SAJAK YANG DIPATAHKAN Kau dulu bangga jadi kursi. Dibuat dari kayu jati terbaik hutan utara, dipernis oleh tangan-tangan tukang yang…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Khaerul Majdi
Januari kayu-kayu bakar, telah raib didahar api di tungku perapian nenek saat menanak nasi di bawah atap dapur tua pagi…
Selengkapnya » -
Sastra
Si Tua Buyung yang Lupa Cara Berdakwah
BUYUNG meluncur ke luar masjid ketika orang-orang miskin di kampung itu masih terlelap dalam mimpi. Langit selepas subuh berwarna biru…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Firman Fadilah
POLISI DAN KAMERA Seorang polisi berdiri di tepi perempatan mengatur lalu lintas, seragamnya masih licin, wangi dan maskulin, pluit ditiupkan,…
Selengkapnya » -
Sastra
Bersama Bung Chairil
“Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari berlari Hingga hilang pedih perih” Chorus (AKU,…
Selengkapnya » -
Puisi
Puisi-Puisi Gm. Sukawidana
UPACARA KELAHIRAN (1) itu matahari menanjak sampai ke puncak meru di padang kuru lahir bayang anak lanang menunggang kuda dewa…
Selengkapnya » -
Puisi
Puisi-Puisi Sthiraprana Duarsa
MONUMEN BOM BALI Apakah Tuhan menangis atau tertawa Ketika anak Tuhan membunuh anak Tuhan lainnya dengan mengatasnamakan Tuhan Ini musim…
Selengkapnya » -
Puisi
Puisi-Puisi Pitrus Puspito
Perempuan Dengan Luka di Dadanya Dia menunggu. Dia akan merayakan kerinduan tanpa mengundang seorang pun. Dia juga telah mengusir binatang…
Selengkapnya »









