Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Sastra Balipolitika

  • Sastra

    Puisi-Puisi Putu Oka Sukanta

    SAMPAH REPUBLIK Di kala negeriku gelap Rumah mewah itu gemerlap Di kala rakyat kelaparan Mereka muntah kekenyangan Di kala masyarakat…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Lelaki dalam Cangkang

    ANGIN berdesir pelan di sela jendela kayu yang catnya mulai mengelupas. Di sudut ruangan yang remang, seorang lelaki duduk terpaku memandang…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi M Abdul Roziq

    SAJAK YANG DIPATAHKAN Kau dulu bangga jadi kursi. Dibuat dari kayu jati terbaik hutan utara, dipernis oleh tangan-tangan tukang yang…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Khaerul Majdi

    Januari kayu-kayu bakar, telah raib didahar api di tungku perapian nenek saat menanak nasi di bawah atap dapur tua pagi…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Si Tua Buyung yang Lupa Cara Berdakwah

    BUYUNG meluncur ke luar masjid ketika orang-orang miskin di kampung itu masih terlelap dalam mimpi. Langit selepas subuh berwarna biru…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Firman Fadilah

    POLISI DAN KAMERA Seorang polisi berdiri di tepi perempatan mengatur lalu lintas, seragamnya masih licin, wangi dan maskulin, pluit ditiupkan,…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Bersama Bung Chairil

    “Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari berlari Hingga hilang pedih perih” Chorus (AKU,…

    Selengkapnya »
  • Puisi

    Puisi-Puisi Gm. Sukawidana

    UPACARA KELAHIRAN (1) itu matahari menanjak sampai ke puncak meru di padang kuru lahir bayang anak lanang menunggang kuda dewa…

    Selengkapnya »
  • Puisi

    Puisi-Puisi Sthiraprana Duarsa

    MONUMEN BOM BALI Apakah Tuhan menangis atau tertawa Ketika anak Tuhan membunuh anak Tuhan lainnya dengan mengatasnamakan Tuhan Ini musim…

    Selengkapnya »
  • Puisi

    Puisi-Puisi Pitrus Puspito

    Perempuan Dengan Luka di Dadanya Dia menunggu. Dia akan merayakan kerinduan tanpa mengundang seorang pun. Dia juga telah mengusir binatang…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!