NASIONAL, Balipolitika.com – Sebuah lubang di aspal berubah menjadi jerat kematian!
Tragedi mengerikan mengguncang Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara, saat Bus ALS yang mengangkut belasan penumpang meledak hebat setelah bertabrakan dengan truk tangki BBM, Rabu (6/5) siang.
Laporan terbaru mengungkap fakta memilukan 16 orang tewas terpanggang di lokasi kejadian, termasuk sopir bus, 13 penumpang, serta sopir dan kernet truk tangki.
Berdasarkan investigasi awal Polda Sumsel, kecelakaan ini terpicu upaya sopir bus menghindari lubang jalanan. Namun, situasi parah dengan munculnya percikan api dari bagian bus saat kejadian.
“Dugaan bus ALS menghindari lubang dan membanting setir ke kanan. Naas, dari arah berlawanan muncul truk tangki berkecepatan tinggi. Tabrakan hebat pun tak terelakkan,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya.
Polisi kini mengerahkan tim terpadu dari Labfor, hingga TAA Laka untuk membedah penyebab pasti kecelakaan. Namun, satu hal yang memicu kemarahan publik adalah kondisi jalan yang berlubang.
Apakah layak nyawa 16 orang melayang, hanya karena sebuah lubang yang tak kunjung ada perbaikan. Manuver “menyelamatkan diri” sang sopir justru berujung pada ledakan yang menghanguskan seluruh isi bus.
Selain korban tewas, 3 orang masih dalam kondisi kritis dengan luka bakar berat. Tim Jasa Raharja dan Ditlantas kini tengah berfokus melakukan identifikasi korban di tengah puing-puing kendaraan yang sudah jadi arang.
Tragedi ini menjadi tamparan keras, bagi pemerintah soal keselamatan jalan raya. Sampai kapan lubang-lubang di Lintas Sumatera terus dibiarkan menjadi “mesin pembunuh” bagi para pelancong.
Semeton, tetap waspada! Jangan remehkan jalan berlubang, karena maut bisa datang saat kita mencoba menghindarinya. (BP/OKA)








