Puisi
-
Sastra
Puisi-Puisi S. Sigit Prasojo
Rumah Tanpa Tanggal Lahir Aku tinggal di ruang yang tak pernah tahu kapan dibangun— seperti pertanyaan yang tidak dilahirkan…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Santi Maulana Aria
Titik Biru Pucat kulihat rumah dari jendela langit: hanya setitik debu biru melayang dalam gelap di titik itu bayi pertama…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Vito Prasetyo
Risalah Hati yang Retak Malam tidak terlihat samar ditelan angin detak waktu seperti tidak ada bedanya dengan denyut nadi berpacu…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Renta Ivone Dewi Arimbi Situmorang
Apa Aku Juga Harus Begitu? Antar anak sekolah, lap ingus yang keleleran, bikin kopi suami kopi cap suami, atau mengkopi…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Giffari Arief
Tandaskan Tubuhku di Terang Tubuhmu Tandaskan tubuhku di terang tubuhmu berkali-kali meskipun beberapa hal terus ditahankan meskipun beberapa wujud mengunci…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Nur Indah Sutriyah
Pilah i kau datang dengan musim yang menggigilkan tubuh membawa keluhan serupa gumpalan kabut ruang klinik adalah altar paling sunyi…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Dzikron Rachmadi
MEMOAR TANAH HARAPAN : Palestina “Lantas, di mana lagi musti Kaugelar Langit berbintang sebagai selimut tidur Mahatenang, bila di atas…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi De Eka Putrakha
Mencari dan Mengulang pada tempat yang pernah kukunjungi aku meninggalkan kenangan kelak kerinduan menjadi alasan kembali menempuhi jejak pencarian diri…
Selengkapnya » -
Puisi
Puisi-Puisi Lusa Indrawati
Patah Sebab patah adalah jatuh Hati teriris kesedihan luruh Sebab patah adalah Menanam benih harapan Tumbuh menjulang Memetik rasa sakit…
Selengkapnya »









