PANGANDARAN, Balipolitika.com- Insiden menegangkan terjadi di lokasi syuting film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Aktris Luna Maya nyaris kehilangan nyawanya saat proses pengambilan gambar di sebuah sungai di Pangandaran.
Beginilah kronologi Luna Maya nyaris tenggelam karena derasnya arus sungai.
“Itu kan ada arusnya, terus kita hanyut. Ada satu bagian kayak trap gitu, agak dalam. Kita udah coba sebelumnya tapi ternyata arusnya lebih deras,” ungkap Luna, Senin 27 Oktober 2025.
Dalam keadaan panik, ia tetap berusaha mengingat teknik berenang di arus deras dan memilih mengikuti aliran air agar tidak terseret ke dasar sungai.
Situasi semakin genting ketika Luna tidak muncul ke permukaan selama hampir setengah menit.
Tim produksi yang berada di darat segera bersiap untuk menyelam menolong, tetapi aktris berusia 42 tahun itu tetap berusaha menenangkan diri.
“Udah pada siap nyelam tuh, karena aku nggak keluar-keluar. Aku mencoba tenang di dalam air, kegulung, kayak tertarik ke bawah. Aku cuma mikir, ‘Oke please jangan mati, not today’,” ujarnya.
Dengan refleks dan pengalaman sebagai “anak pantai”, Luna akhirnya berhasil keluar dari pusaran air dengan selamat.
“Aku inget, kalau kena arus jangan panik, jangan langsung berusaha naik. Lemesin badan, ikutin dulu, nanti baru dorong pakai batu,” tambahnya.
Meski nyaris tenggelam, Luna mengaku tetap memilih sebuah adegan di sungai tanpa pemeran pengganti karena alasan artistik.
“Jadi kalau diganti, kelihatan bangetlah,” ujarnya.
“Kalau stunt-stunt yang aku bisa lakukan, aku selalu lakukan sendiri. Kalau yang udah ekstrem banget baru digantikan,” jelasnya.
Insiden itu pun meninggalkan kesan mendalam yang ia sebut sebagai “horor paling nyata” dalam hidupnya.
Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa sendiri merupakan instalmen ketiga dalam semesta reboot Suzzanna yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films.
Film ini disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dan dibintangi oleh Luna Maya serta Reza Rahadian.
Mengadaptasi karya klasik Santet Ilmu Pelebur Nyawa (1988), film tersebut menjadi proyek penting yang melanjutkan warisan Ratu Horor Indonesia.
Dalam film ini, Luna kembali memerankan karakter “Katemi”, salah satu peran ikonik Suzzanna.
Menanggapi banyaknya komentar publik soal kemiripannya dengan mendiang Suzzanna, Luna menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar upaya meniru, melainkan menjaga warisan perfilman Indonesia.
“Aku nggak mau nge-lead persepsi bahwa Suzzanna itu harus sama plek-ketiplek dengan Bunda Suzzanna. Karena yang ingin kita sampaikan adalah bagaimana legacy beliau bisa terus diingat dan dikenal,” ucap Luna.
Ia bahkan membandingkan perannya dengan karakter ikonik seperti Superman, yang terus diperankan oleh aktor berbeda tanpa kehilangan roh aslinya.
“Superman satu dengan yang baru, itu orang yang berbeda, tapi dia bisa menciptakan satu roh yang baru,” tambahnya.
Dengan pengalaman menegangkan dan dedikasinya terhadap karakter Suzzanna, Luna Maya membuktikan komitmennya di dunia akting.
Kronologi Luna Maya nyaris tenggelam ini merupakan simbol perjuangan seorang aktris dalam menghidupkan karakter legendaris dengan totalitas.
Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa telah merilis teaser eksklusif di Indonesia Comic-Con 2025.
Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada tahun 2026. (bp/jk/ken)













