TABANAN, Balipoltiika.com- Nasib nahas menimpa dunia pendidikan di Kabupaten Tabanan setelah bangunan sekolah dasar negeri dilaporkan ambruk. Tiga ruang kelas beserta satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SDN 3 Sembung Gede mendadak ambruk. Peristiwa pilu ini terjadi pada Kamis pagi saat aktivitas sekolah baru saja akan dimulai oleh para guru.
“Kejadian ambruknya bangunan sekolah ini berlangsung sangat cepat pada Kamis pagi sekitar pukul 07.45 WITA,” ujar Kepala Sekolah SDN 3 Sembung Gede, Pande Komang Juni Arsana, saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Jumat (1/5/2026).
Reruntuhan material bangunan terlihat menumpuk pada area kelas IV, kelas V, dan juga ruang kelas VI. Kondisi fisik bangunan memang sudah sangat memprihatinkan sebelum hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Kerambitan tersebut. Struktur tembok yang sudah tua tidak lagi mampu menahan beban atap saat air hujan meresap ke dalam bangunan.
“Awalnya hanya satu ruangan yang rusak di kelas V namun kemudian merembet ke bangunan yang lain,” kata Pande.
Pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan memasang tali pembatas di sekitar area reruntuhan bangunan. Para guru melarang keras siswa mendekati lokasi bencana demi menghindari adanya potensi kecelakaan susulan yang berbahaya. Langkah darurat ini harus diambil karena sisa struktur bangunan lain masih terlihat sangat goyah dan rawan.
“Kami memagari lokasi dengan tali rafia agar siswa maupun guru tidak memasuki areal bangunan yang sangat berbahaya,” tegas Pande.
Kegiatan belajar mengajar kini terpaksa berpindah ke tempat yang lebih aman meskipun kondisinya sangat terbatas. Pihak sekolah memutuskan untuk meminjam wantilan Banjar Mandung sebagai tempat pelaksanaan kelas darurat bagi para siswa. Skema pembagian ruangan juga langsung diatur agar seluruh siswa tetap bisa mengikuti kurikulum pelajaran secara rutin.
“Sementara ruangan kelas I, II, dan III kami alokasikan khusus untuk digunakan oleh kelas IV, V, dan VI,” tuturnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan sebenarnya sudah mengetahui kondisi kerusakan gedung sekolah yang berada di urutan belasan ini. Prosedur pengusulan perbaikan melalui sistem Data Pokok Pendidikan atau Dapodik sudah berjalan sejak beberapa waktu yang lalu. Namun birokrasi yang panjang membuat bantuan anggaran tidak kunjung cair hingga bangunan akhirnya roboh terkena bencana.
“SDN 3 Sembung Gede sebenarnya sudah masuk dalam listing urutan ke-14 dari total 62 usulan sekolah dasar rusak,” ungkap Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Tabanan, I Made Sukanitra, dikonfirmasi secara terpisah.
Pemerintah daerah kini sedang berupaya keras mengalihkan sumber pendanaan agar proses revitalisasi gedung bisa segera dimulai. Anggaran dari pusat menjadi harapan utama untuk membangun kembali ruang kelas yang kini sudah menjadi tumpukan puing. Masyarakat berharap agar pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi fasilitas pendidikan yang sangat memprihatinkan di wilayah pelosok.
“Kami sangat berharap sekolah ini bisa masuk daftar prioritas utama perbaikan pada tahun anggaran ini,” pungkas Sukanitra. (BP/CHA).













