BALI, Balipolitika.com – Tukad Unda, Klungkung, Bali, kembali makan korban jiwa. Kali ini seorang remaja usia 14 tahun bernama Ni Komang Pande Arianti.
Ia meninggal dunia tenggelam di Tukad Unda. Sang ayah yang mendapati anaknya tak bernyawa pun hanya bisa menguatkan hati menahan tangis di rumah sakit.
Langkahnya berat melihat jasad sang anak telah membeku di kamar jenazah RSUD Klungkung, pada Minggu 21 Desember 2025. Kadek Subawa, namanya, tak kuasa melihat jasad putrinya terbujur kaku.
Suara berat lirih menahan tangis, sembari ia menjelaskan bahwa ia tidak tahu anaknya berenang ke Tukad Unda. “Kalau saya tahu, pasti saya larang,” ucapnya pelan, menahan tangis.
Ni Komang Pande Arianti merupakan siswi kelas IX SMPN 1 Dawan. Ia tenggelam saat berenang bersama dua temannya di Tukad Unda, Desa Paksebali, Klungkung. Arus sungai yang tampak tenang ternyata menyeret mereka ke tengah.
Kala kejadian itu, seorang pria berusia 23 tahun bernama Ruben Radu Kaka hendak menolong. Ia di Tukad Unda karena sedang berlibur kerja bersama istrinya.
Tanpa ragu Ruben terjun hendak menolong korban. Namun sayang niat mulia itu justru berujung tragedi. Ruben ikut terseret arus dan meninggal dunia, meninggalkan istri yang tengah hamil.
Tangis pecah dari Debora Ina Bura (22), istri Ruben, yang sempat pingsan saat mengetahui sang suami tak tertolong. Dua keluarga kini sama-sama sedang berduka mendalam akibat tragedi Tukad Unda. (BP/OKA)







