JAKARTA, Balipolitika.com- Timnas Futsal Indonesia mengukir tinta emas meski gagal mengangkat trofi juara Piala Asia Futsal 2026. Pasukan Garuda memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia Futsal 2026 untuk pertama kalinya. Prestasi membanggakan ini lahir setelah Indonesia menumbangkan berbagai raksasa Asia hingga mencapai partai puncak turnamen.
“Pencapaian menuju final dan lolos ke Piala Dunia adalah bukti nyata perkembangan signifikan futsal di tanah air,” ujar pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto.
Laga final yang berlangsung di Indonesia Arena pada Sabtu malam menyajikan drama sepuluh gol yang sangat menegangkan. Indonesia sempat memberikan perlawanan luar biasa dan merepotkan pertahanan Iran sejak peluit babak pertama dibunyikan wasit. Ribuan pendukung di Jakarta terus bersorak memberikan dukungan penuh kepada seluruh pemain yang berjuang di lapangan.
“Kami sudah memberikan segalanya di atas lapangan demi lambang garuda dan seluruh rakyat Indonesia tercinta,” kata pencetak gol Indonesia, Israr Megantara.
Iran membuka keunggulan lebih dulu lewat sepakan keras Hossein Tayebi pada menit keempat pertandingan babak pertama. Reza Gunawan kemudian membalas gol tersebut dan menyamakan kedudukan menjadi satu sama pada menit ketujuh. Israr Megantara tampil menggila dengan mencetak dua gol beruntun yang membawa Indonesia unggul jauh dari lawan.
“Anak-anak bermain sangat disiplin dan berani menekan pertahanan lawan yang memiliki peringkat jauh di atas kami,” tutur asisten pelatih timnas.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin cepat dan keras karena kedua tim saling melancarkan serangan balik. Said Abbasi mencetak gol penyeimbang untuk Iran melalui skema tendangan bebas yang gagal dihalau kiper Ahmad Habiebie. Samuel Eko kembali membawa Indonesia memimpin namun Iran mampu memaksa skor imbang lima sama hingga laga usai.
“Pertandingan ini sangat emosional bagi seluruh pemain karena kami berhadapan dengan tim terbaik di benua Asia,” ucap pemain senior Indonesia, Samuel Eko.
Pemenang laga akhirnya harus ditentukan melalui babak adu penalti setelah kedua tim bermain remis pada waktu normal. Indonesia harus mengakui keunggulan Iran dengan skor tipis empat lawan lima dalam babak adu tos-tosan tersebut. Meskipun kalah, status runner-up sudah cukup untuk mengamankan tiket menuju ajang bergengsi FIFA Futsal World Cup.
“Kekalahan ini memang terasa menyakitkan tetapi timnas kini sudah mulai diakui oleh dunia internasional,” ujar kiper utama Indonesia, Ahmad Habiebie.
Keberhasilan menembus babak final diprediksi akan mendongkrak posisi Indonesia secara signifikan dalam daftar peringkat dunia FIFA. Skuad Garuda kini menjelma menjadi kekuatan baru yang sangat diperhitungkan oleh seluruh negara di kawasan Asia Tenggara. Momentum ini harus terus dijaga agar performa tim tetap konsisten saat bertanding di kancah dunia nanti.
“Kami bangga terhadap perjuangan anak-anak karena impian besar tampil di Piala Dunia akhirnya berhasil terwujud,” pungkas Hector Souto. (BP/CHA).













