BADUNG, Balipolitika.com– I Wayan Suyasa, S.H. mengucapkan terima kasih kepada partai politik, yakni Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) yang pernah membesarkan namanya.
Pernyataan itu disampaikan jelang ia dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) Provinsi Bali serangkaian Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Pelantikan Pengurus DPW, DPD, serta DPC PSI se-Bali di The Trans Resort Bali, Badung, Sabtu, 24 Januari 2026.
“Saya adalah alumni dari organisasi partai politik di Golkar. Sebelumnya, tiang juga pernah di PNBK (Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia). Saya harus jelaskan. Karier politik di PNBK sebagai wakil rakyat 1 periode. Karena partainya tidak lolos parliamentary threshold (ambang batas parlemen, red), electoral threshold (ambang batas elektoral, red) waktu itu, partainya tidak bisa lagi ikut pemilu. Setelah itu, saya berkiprah di Golkar. Intinya saya diberikan kesempatan selaku wakil rakyat 2 periode di Golkar. Jabatan terakhir Wakil Ketua DPRD Badung dan saya juga diapresiasi bagian dari kader, figur, sebagai Ketua Golkar di Badung sebelumnya; (juga, red) sebagai calon kepala daerah bersama Pak Alit Yandinata walaupun hasilnya kalah. Alusin dik, tidak beruntung,” ujar I Wayan Suyasa atau akrab disapa WS kepada awak media.
Hijrah ke partai politik lain pasca memutuskan mundur dari pencalonan di Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Badung di Hotel Made, Sempidi, Badung, Rabu, 8 Oktober 2025 lalu, WS tak lupa mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi Partai Golkar yang membesarkan namanya bahkan memberikan rekomendasi sebagai Calon Bupati Badung di Pilkada Badung 2024.
“Tiang tetap bangga dan mengapresiasi di mana saya pernah dibesarkan, di Partai Golkar. Tiang harus apresiasi tinggi. Dalam artian, tiang tidak akan pernah melupakan hal-hal yang positif di organisasi sebelumnya,” beber I WS.
WS juga menegaskan bahwa dirinya sudah resmi mengundurkan diri dari Partai Golkar terhitung sejak 18 November 2025.
“Saya mundur di Partai Golkar per tanggal 18 November 2025. Saya mengundurkan diri dengan itikad baik, dengan asas kekeluargaan karena saya diberikan mandat oleh PSI, DPP, untuk bergabung di PSI sehingga saya secara etika tentu harus memilih salah satu organisasi politik ke depannya,” ungkap WS.
Sebelumnya, WS menegaskan bahwa langkahnya bergabung ke PSI adalah bentuk komitmen untuk memberikan warna baru bagi demokrasi di Bali.
“PSI bukan lagi sekadar partai pelengkap. Dengan formasi baru ini, kami menargetkan pertumbuhan suara yang signifikan di seluruh kabupaten/kota di Bali. Visi kami jelas, membawa politik santun, cerdas, namun bertenaga. Kami akan mengawinkan pengalaman birokrasi dan lapangan yang kami miliki dengan cara-cara kreatif khas anak muda PSI untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Bali di level kebijakan,” ujarnya.
WS menambahkan bahwa target utama kepengurusannya adalah memastikan PSI memiliki fraksi penuh di setiap tingkatan legislatif pada pemilu mendatang, serta menjadikan Bali sebagai lumbung suara PSI di tingkat nasional. (bp/ken)













