Fileski Walidha Tanjung
-
Esai
Titikan di Galeri Indigo: Catatan tentang Seni Rupa, Anak, dan Kemerdekaan Berkarya
MINGGU, 25 JANUARI 2026 pukul 10.00, saya datang di sebuah acara bertajuk Awarding Ceremony yang diselenggarakan oleh Titikan Madiun School of…
Selengkapnya » -
Esai
Di Negara-negara Ini Banyak Penjara yang Kosong
PERTEMUAN dengan seorang tokoh yang pernah lama tinggal di Skandinavia meninggalkan kegelisahan intelektual yang sulit diabaikan. Ia tidak bercerita tentang…
Selengkapnya » -
Esai
Meneladani Spirit Universal Gus Dur
SAYA tidak pernah bertemu Gus Dur secara langsung ketika beliau masih hidup. Tidak ada jabat tangan, tidak ada foto bersama,…
Selengkapnya » -
Esai
Ketika Buku Dilarang, Maka Bangsa Kehilangan Cermin
SAYA bertemu seorang tokoh yang tidak terkenal di panggung kekuasaan, tetapi pemikirannya menancap kuat dalam ingatan saya. Ia bukan pejabat,…
Selengkapnya » -
Esai
Panthan Golang dan Lilin-Lilin yang Ajarkan Kita Jadi Manusia
SAYA datang ke halaman Gereja Kristen Jawi Wetan Jemaat Madiun bukan sebagai tamu yang netral, melainkan sebagai seorang muslim, penulis, dan…
Selengkapnya » -
Esai
Resonansi yang Menghidupkan: Sebuah Pertemuan dengan Ananda Sukarlan
ADA momen-momen dalam hidup yang berhenti menjadi sekadar acara, berubah menjadi peristiwa batin. Malam 25 November 2025, pukul 18.30, di…
Selengkapnya » -
Esai
Catatan Guru Penulis di Hari Guru Nasional 2025
PADA Jumat malam, 21 November 2025, tepat pukul 20.10 WIB, saya—seorang guru dan penulis—diundang dalam acara bertajuk NGOBRAS “ngobrol bareng…
Selengkapnya » -
Esai
Puisi, Empati, dan Masa Depan Bangsa
MAGETAN, 18 November 2025. Graha Pusat Literasi Kabupaten Magetan, saya berdiri sebagai pemateri pelatihan menulis puisi yang diselenggarakan Dinas Kearsipan…
Selengkapnya » -
Esai
Pendidikan Masa Depan: Menyelamatkan Manusia dari Kehilangan Diri
DI NEGERI ini, pendidikan bergerak cepat seperti mesin industri yang tak pernah berhenti. Kurikulum berganti, metode diperbarui, teknologi memenuhi ruang…
Selengkapnya » -
Esai
Perjumpaan Budaya: Menenun Cahaya dalam Badai Kehidupan
ADA saat-saat dalam hidup ketika manusia dipaksa menatap dirinya sendiri di cermin kebudayaan: saat badai datang, ketika keyakinan goyah, dan…
Selengkapnya »









