Fileski Walidha Tanjung
-
Esai
Handik Indarwati Menjemput Matahari di Tengah Deru Zaman
KAMIS, 30 April 2026, di halaman SLB Negeri Banjarsari Wetan, saya berdiri bukan hanya sebagai seorang editor buku, tetapi sebagai…
Selengkapnya » -
Sastra
Relevansi Pemikiran Gus Dur dalam Pendidikan: Antara Kemanusiaan dan Keberanian Berpikir
SAYA hadir di sebuah diskusi yang berada di serambi Masjid Baiturrahman, pada sebuah malam yang sederhana namun sarat makna. Undangan dari…
Selengkapnya » -
Sastra
Madiun Mendunia: Perupa Cilik Kota Pecel Unjuk Gigi di Kancah Global
ADA momen-momen tertentu dalam sejarah sebuah kota ketika ia tidak lagi sekadar menjadi ruang geografis, melainkan menjelma menjadi kesadaran kultural.…
Selengkapnya » -
Sastra
Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman
JOGLO TAMAN OBOR, Kota Madiun, pada Jumat siang 10 April 2026 terasa lebih hidup dari biasanya. Waktu menunjukkan sekitar pukul…
Selengkapnya » -
Sastra
Kali Yuga Sangharsha: Di Antara Cahaya Kunang-Kunang dan Kegelapan Zaman
SENIN MALAM, 30 MARET 2026. Di sebuah ruang yang sederhana namun sarat makna—Padepokan Bocah Angon, kediaman Dadang Wahyu Saputra di…
Selengkapnya » -
Sastra
Tadarus Warna, Tubuh, dan Kata
SAYA selalu percaya bahwa seni bukan sekadar peristiwa estetika, melainkan peristiwa batin. Ia tidak berhenti pada apa yang tampak di permukaan,…
Selengkapnya » -
Sastra
Di Bawah Langit yang Sama
SORE ITU, langit Madiun berwarna jingga lembut. Matahari belum sepenuhnya tenggelam, tetapi cahaya yang memantul dari aspal Jalan Panglima Sudirman…
Selengkapnya » -
Sastra
Sebuah Upaya Mengembalikan Hati ke Pusat Peradaban
PERBINCANGAN saya dengan seseorang yang saya sebut kang mas ustad bermula dari satu pertanyaan sederhana: apa kegelisahan terbesar hari ini?…
Selengkapnya » -
Sastra
Bahagia Menjadi Orang Tidak Penting
KITA hidup di zaman ketika percakapan terdengar seperti bisik-bisik kecurigaan. Di ruang kerja, di panggung seni, bahkan di lingkar pertemanan, terasa…
Selengkapnya » -
Sastra
Ananda Sukarlan, Lukisan Huiga, dan Sinestesia: Ketika Bunyi Menjelma Warna dalam Relasi Zaman
SAYA menulis kuratorial ini bukan dari jarak aman seorang pengamat, melainkan dari posisi yang lebih rapuh: sebagai ayah dari pelukisnya.…
Selengkapnya »









