DENPASAR, Balipolitika.com– PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar terus memperkuat langkah digitalisasi layanan dengan memperkenalkan aplikasi terbaru Tring by Pegadaian melalui kegiatan sosialisasi dan media gathering di Icon Mall Denpasar, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Lokasi ini dipilih karena menjadi salah satu ikon publik yang ramai dikunjungi masyarakat, sehingga diharapkan memperluas jangkauan edukasi keuangan dan investasi emas digital.
“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan di Icon Mall ini, pengunjung bisa langsung mengenal aplikasi Tring yang memudahkan investasi emas, cicil emas, maupun berbagai transaksi keuangan lainnya cukup dari rumah,” ujar Kepala Divisi IT Strategic Pegadaian, Supriyono.
Acara ini juga diisi dengan talkshow edukatif bersama OJK dan pelaku UMKM, yang membahas literasi keuangan serta manfaat menabung emas sejak dini.
Acara ini juga dihadiri oleh Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Bali Nusra, Arief Rinardi Sunardi, Kepala Divisi SAPTI PT Pegadaian, Supriyanto, Deputi Operasional, Firsta Wuri Agung Baroto, Deputi Bisnis Area Denpasar 1, Kusumo Seno Aji, Deputi Bisnis Area Denpasar 2, I Gusti Agung Bagus Sutyatmika, Kepala Departemen Business Support, I Made Suasmarajaya, dan Kepala Departemen Risiko, Ichwan Prasetiyo.
Pertumbuhan Pengguna dan Transaksi
Sejak diluncurkan pada 8 Oktober 2025, Aplikasi Tring telah mencatat lebih dari 2,1 juta pengguna yang beralih dari platform sebelumnya, Pegadaian Digital Finance (PDF).
Sebelumnya, PDF memiliki 25 juta pengguna dengan total transaksi senilai Rp66 triliun sejak pertama kali diluncurkan.
“Artinya, ketika aplikasi ini ditingkatkan, respons masyarakat luar biasa. Saat ini sudah ada sekitar 1,5 juta nasabah aktif yang menggunakan Tring dengan total 2,7 juta transaksi, dan kami menargetkan hingga 4 juta pengguna sampai akhir tahun,” jelas Supriyono.
Dominasi Pengguna Milenial
Menariknya, pengguna aplikasi Tring didominasi oleh kelompok usia di bawah 40 tahun.
Pegadaian mengakui bahwa digitalisasi telah memperluas jangkauan nasabah ke generasi muda.
“Kalau dulu rata-rata nasabah kami berusia di atas 45 tahun, kini banyak dari generasi milenial dan Gen Z yang sudah mulai menabung emas sejak dini, bahkan cukup dengan Rp10.000,” tambah Supriyono.
Kinerja di Bali
Khusus di Bali, tercatat sudah ada 400.000 pengguna aplikasi Tring dengan sekitar 70 persen berada di wilayah Provinsi Bali.
Dari sisi transaksi fisik, permintaan emas juga meningkat signifikan: dari rata-rata 45 kg per bulan pada awal tahun menjadi 128 kg pada Oktober 2025.
“Kami optimistis bisa mencapai 150 kg hingga akhir bulan ini. Menariknya, sekitar 30 persen transaksi tersebut sudah dilakukan melalui aplikasi Tring,” ungkap Kepala Departemen Business Support, I Made Suasmarajaya.
Keamanan Transaksi Digital
Menanggapi potensi kendala transaksi digital, pihak Pegadaian memastikan sistem Tring telah dilengkapi mitigasi dan rekonsiliasi otomatis yang terintegrasi dengan bank mitra.
“Kalau pun ada transaksi pending, sistem akan langsung melakukan rekonsiliasi setiap jam sehingga saldo nasabah tetap aman,” jelasnya.
Arah ke Depan
Dengan portofolio utama di investasi emas, Pegadaian berkomitmen memperkuat sinergi digital bersama berbagai platform seperti BRImo, Shopee, dan Bukalapak.
“Visi kami jelas: menjadikan Pegadaian semakin digital, mudah diakses, dan relevan bagi generasi muda. Harapannya, ke depan nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor—cukup lewat Tring, semua bisa dilakukan,” tutup I Made Suasmarajaya. (bp/ayu/ken)













