BALI, Balipolitika.com – Kasus penusukan sadis yang membuat Yulius Dapa Yora (26), terkapar bersimbah darah di Jalan Gunung Lumut, Denpasar Barat, kini memasuki babak baru.
Polisi tidak ingin gegabah, dan kini tengah mendalami motif utama di balik aksi nekat pelaku berinisial RB yang tega menancapkan pisau ke dada tengah pria asal Sumba Tengah tersebut.
Meskipun dugaan awal keributan ini, karena pengaruh minuman keras jenis arak yang mereka konsumsi bersama sebelum insiden terjadi.
Publik dibuat penasaran, masalah sensitif apa yang membuat RB gelap mata dan bertindak sekeji itu. “Hingga saat ini pelaku belum ketemu, dan masih pengejaran.
Pemicu penusukan masih kami dalami, dugaan awal karena pengaruh minuman keras,” ungkap Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati, Jumat (22/5).
Dugaan adanya motif dendam atau sakit hati menguat, setelah saksi Marten Awang mengaku mendengar suara keributan yang sangat hebat dari luar kamar.
Tak lama setelah adu mulut itu memuncak, RB terlihat bergegas di halaman kos lalu naik ke lantai atas, meninggalkan korban yang sudah sekarat di dalam Kamar Nomor 20.
Polisi kini sudah mengamankan sebilah pisau penuh bercak darah dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Namun, teka-teki mengenai apa yang sebenarnya memicu amarah RB, hingga tega menghabisi temannya sendiri baru akan terjawab tuntas setelah pelaku berhasil teringkus Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat. (BP/OKA)










