SUPPORT: Penutupan Badung Ecology Art Space 2026 di Puspem Badung, Rabu, 29 April 2026. (Sumber: Gung Kris)
BADUNG, Balipolitika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mengapresiasi pelaksanaan Badung Ecology Art Space 2026 yang berlangsung sejak 26-29 April 2026, kegiatan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menjadi ruang kolaborasi kreatif yang memadukan seni dan kepedulian lingkungan.
Dalam pidatonya di acara penutupan Badung Ecology Art Space 2026 di kawasan Pura Lingga Bhuana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi tinggi inisiatif komunitas Katalis Kreatif Seni Budaya yang menggagas Badung Ecology Art Space 2026.
“Saya melihat ini sebagai kekuatan besar. Jangan sampai seniman kita terpecah-pecah. Harus ada wadah yang menyatukan, mengayomi, dan memberi ruang,” ungkapnya, 29 April 2026.
Ia juga menilai, dengan semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan, Badung Ecology Art Space 2026 tak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga gerakan kolektif untuk meningkatkan kesadaran ekologis melalui pendekatan kreatif.
“Kreativitas tidak harus bergantung pada panggung megah. Di alam terbuka pun bisa menghadirkan karya luar biasa,” lanjutnya.
Diketahui, kegiatan ini melibatkan sekitar 500–600 seniman dari seluruh kecamatan di Badung, mulai dari Petang hingga Kuta Selatan, mengusung konsep pertunjukan dengan pendekatan site-specific art, di mana karya diciptakan khusus untuk ruang tertentu di alam terbuka.
Kegiatan ini diharapkan menjadi event tahunan yang mampu mengangkat potensi seniman lokal, sekaligus membawa pesan kuat terkait lingkungan melalui seni. (bp/gk)













