BALI, Balipolitika.com – Penemuan jenazah yang dugaannya adalah korban, dari tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali membuat geger belakangan ini.
Patroli perairan pun mengalami peningkatan, pasca munculnya dua jenazah mengapung di perairan Selatan Bali saat evakuasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, Selasa (3/2).
Selain patroli, Sat Polariud Polres Jembrana juga aktif berkoordinasi dengan nelayan. Adalah segera melaporkan hal terutama ketika menemukan benda apalagi jenazah untuk segera penanganan.
Sebab, sejumlah korban belum ketemu dan masih terjebak bersama bangkai kapal yang tenggelam pada 2 Juli 2025 lalu tersebut.
“Kita intensifkan patroli laut pasca penemuan dua jenazah secara beruntun tersebut,” ungkap Kasat Polariud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta.
Menggunakan Kapal Patroli (KP/ XI-2006) Tanjung Rening, petugas menyisir di perairan selatan Jembrana terutama di perairan Selat Bali.
Sejauh ini, belum ada hal yang janggal atau mencurigakan ketika pelaksanaan patroli. “Kami juga sudah koordinasikan ke nelayan untuk segera lapor, jika menemukan hal yang tak biasa di perairan. Misalnya seperti penemuan jenazah yang dugaan korban KMP Tunu Pratama Jaya kemarin,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, juga mengimbau seluruh nelayan untuk selalu menjaga keselamatan diri saat beraktivitas. Sebab, cuaca belakangan ini justru tidak menentu karena prediksi sedang cuaca ekstrem.
“Kemudian kami tekankan agar tidak memaksakan diri untuk melaut jika cuaca sedang buruk untuk mengantisipasi hal buruk,” tandasnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih intens berkoordinasi dengan Polda Jatim terkait temuan mayat yang belum teridentifikasi.
Harapannya, Tim DVI (Disaster Victim Identification) bisa mengungkap identitas mayat tersebut. Mengingat kecurigaan sementara adalah korban dari tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
“Saat ini jenazah masih di ruang jenazah RSU Negara. Kita masih koordinasikan dengan para pihak termasuk DVI Polda Jatim untuk dapat mengungkap identitasnya,” jelasnya.
Hingga saat ini belum ada dari keluarga korban kapal tenggelam yang mengonfirmasi atau menanyakan terkait temuan jenazah tersebut ke kita,” tandasnya. (BP/OKA)













