TABANAN, Balipolitika.com- Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun. Kecelakaan lalu lintas serius melibatkan lima kendaraan secara beruntun terjadi di ruas jalan nasional Denpasar-Gilimanuk, Kabupaten Tabanan, Bali. Insiden ini terjadi pada Senin petang, pukul 17.40 Wita, di daerah Soka Kelod, Desa Antap, Selemadeg. Kepolisian Sektor Selemadeg langsung turun tangan mengevakuasi korban dan barang bukti untuk memulihkan arus lalu lintas.
“Kami segera mengamankan lokasi kecelakaan, mencatat semua identitas pihak yang terlibat, serta membawa korban ke Puskesmas Selemadeg,” jelas Kapolsek Selemadeg, Kompol I Wayan Suastika, Selasa (9/12/2025).
Kendaraan yang terlibat laka lantas meliputi dua unit tractor head atau truk gandeng, satu Isuzu Box, satu Pikap L300, dan sepeda motor Yamaha Nmax. Penyebab utama kecelakaan adalah kegagalan sistem pengereman pada tractor head bernomor polisi B 9120 UEL. Truk yang dikemudikan Slamet (46) tersebut bergerak di jalur menurun dari Gilimanuk menuju Denpasar.
“Pengemudi menyadari rem truknya tidak berfungsi dengan baik ketika lalu lintas di depannya sedang macet parah,” ungkapnya.
Guna menghindari tabrakan yang lebih besar di lajur yang sama, Slamet membuang kemudi ke kanan melewati marka jalan. Aksi ini membuat truknya menyerempet pemotor Nmax lalu menabrak bagian belakang tractor head B 9802 BEH. Truknya juga menghantam Isuzu Box B 9376 KEU yang bergerak dari arah berlawanan. Kejadian tersebut berlangsung sangat cepat.
“Truk Slamet menyerempet pemotor Nmax, lalu menabrak truk Rohmat, dan pada saat bersamaan bertabrakan dengan Isuzu Box milik Eye Suherlan,” papar Kompol Suastika.
Dampak lanjutan dari tabrakan berantai, tractor head Rohmat (43) terdorong kuat ke depan akibat dihantam truk Slamet. Dorongan ini menyebabkan truk Rohmat menghantam Pikap L300 yang dikemudikan Muhammad Subhan (43). Polisi segera mengamankan truk-truk besar dan kendaraan lain yang ringsek sebagai barang bukti.
“Kami telah mengevakuasi semua kendaraan dan arus lalu lintas di jalur Denpasar–Gilimanuk telah kembali normal,” pungkasnya. (BP/CHA).











