JEMBRANA, Balipolitika.com- Gelombang kepergian pemudik dari Pulau Dewata menuju Jawa kini memasuki fase tersibuk sepanjang pekan ini. Ribuan unit kendaraan bermotor mengepung area parkir Pelabuhan Gilimanuk untuk menunggu antrean masuk ke dalam kapal feri. Otoritas penyeberangan mencatat angka keberangkatan orang telah melampaui angka dua ratus ribu dalam lima hari terakhir.
“Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-6, jumlah penumpang yang telah meninggalkan Pulau Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat mencapai 232.640 orang,” ujar General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk, Arief Eko Kurnianjah.
Pemandangan antrean panjang didominasi oleh pemudik roda dua yang memenuhi hampir seluruh koridor menuju dermaga ponton. Petugas kepolisian terpaksa melakukan penyekatan di beberapa titik guna mencegah kemacetan total di jalur utama menuju pelabuhan. Lonjakan volume kendaraan ini dipicu oleh mulai masuknya masa libur bersama bagi para pekerja sektor swasta.
“Pada periode tersebut, realisasi jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali menuju Jawa mencapai 80.416 orang,” kata Arief merujuk data puncak arus mudik.
Komposisi kendaraan yang melintas masih menunjukkan dominasi sepeda motor sebagai moda transportasi favorit para pemudik mandiri. Meski demikian, jumlah mobil pribadi dan bus antarkota juga merangkak naik secara signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Manajemen pelabuhan berupaya mengoptimalkan waktu bongkar muat kapal agar antrean kendaraan di darat segera terurai.
“Kendaraan roda dua yang menyeberang tercatat sebanyak 18.306 unit, sementara kendaraan roda empat mencapai 5.044 unit,” tutur Arief menjelaskan detail angka kendaraan.
Di tengah kepadatan penumpang, arus distribusi logistik seperti truk pengangkut bahan pokok tetap mendapatkan akses khusus. Pihak ASDP memastikan tidak ada hambatan berarti bagi pasokan pangan meskipun volume penumpang umum sedang tinggi. Koordinasi lintas sektoral terus diperketat guna menjamin keamanan serta kenyamanan bagi para pengguna jasa penyeberangan.
“Untuk kendaraan logistik dan angkutan umum, jumlah truk mencapai 1.590 unit, sedangkan bus tercatat sebanyak 945 unit,” ungkap Arief mengenai pergerakan logistik.
Frekuensi pelayaran kapal feri ditingkatkan secara drastis untuk mengimbangi laju kedatangan pemudik yang terus mengalir deras. Posko terpadu di Gilimanuk melaporkan bahwa intensitas penyeberangan pada H-6 ini merupakan yang tertinggi selama musim mudik tahun ini. Seluruh armada kapal diinstruksikan untuk beroperasi secara maksimal tanpa mengabaikan faktor keselamatan pelayaran di Selat Bali.
“Pada periode tersebut, tercatat jumlah trip kapal di Pelabuhan Gilimanuk mencapai 247 trip dalam kurun waktu satu hari,” pungkas Arief. (BP/CHA).












