BADUNG, Balipolitika.com– Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri alias Megawati Soekarno Putri (78 tahun) tampak terharu sampai-sampai menangis saat Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto hadir di Kongres VI di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Momen haru ini terjadi saat di tengah pidato politik sosok yang memimpin PDI Perjuangan 26 tahun lamanya itu tiba-tiba muncul Hasto Kristiyanto yang “bebas” lantaran mendapatkan amnesti Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hasto Kristiyanto naik ke atas panggung lalu memberikan gestur hormat dan mencium tangan putri Sang Proklamator, Ir. Soekarno disambut riuh tepuk tangan ribuan kader parpol berlambang kepala banteng.
Tak kuat menahan emosi, Presiden Indonesia ke-5 yang menjabat tahun 2001 hingga 2004 menggantikan Abdurrahman Wahid yang dicopot itu pun tampak meneteskan air mata.
Menyambut Hasto Kristiyanto, Megawati Soekarnoputri pun tampak menggenggam tangan politisi yang sempat tersandung kasus melibatkan buronan Harun Masiku itu.
“Megawati siapa yang punya, Megawati siapa yang punya,” demikian ribuan kader PDI Perjuangan merespons pertemuan mengharukan itu disambut teriakan khas kader banteng, merdeka, merdeka, merdeka.
“Merdeka, merdeka, merdeka, Yang saya katakan kebenaran itu akan menang, “ sambut Megawati Soekarnoputri sambil menyeka air matanya menggunakan tisu.
Diketahui, sebelum menerima amnesti dari Presiden RI Prabowo Subianto dan bebas dari sel tahanan pada Jumat, 1 Agustus 2025, Hasto Kristiyanto divonis 3,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dipimpin Rios Rahmanto pada 25 Juli 2025.
Hasto Kristiyanto dinyatakan bersalah terkait kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu alias PAW anggota DPR RI periode 2014-2019 untuk Harun Masiku yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya. (bp/ken)













