TABANAN, Balipolitika.com- Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tabanan Anak Agung Sagung Ani Ariani memastikan pengawalan ketat terhadap proyek rehabilitasi gedung sekolah tahun ini. Legislator asal fraksi PDI Perjuangan tersebut fokus memantau rencana perbaikan enam puluh dua bangunan sekolah yang tersebar pada berbagai kecamatan di wilayah Tabanan. Langkah pengawasan ini bertujuan agar seluruh pengerjaan fisik memenuhi standar kualitas sehingga aman bagi para siswa dan tenaga pendidik.
“Kami berkomitmen melakukan pengawasan melekat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi fisik sekolah pada lapangan nanti,” ujar Anak Agung Sagung Ani Ariani saat memberikan keterangan kepada media.
Proyek renovasi besar-besaran ini menyasar berbagai jenjang pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama yang mengalami kerusakan. Dinas Pendidikan telah melakukan verifikasi faktual guna menentukan daftar bangunan yang memerlukan penanganan infrastruktur secara darurat serta mendesak untuk segera dikerjakan. Rehabilitasi fisik bangunan sekolah tersebut menjadi prioritas utama guna mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayah Kabupaten Tabanan secara berkelanjutan.
“Seluruh proyek rehabilitasi ini mencakup perbaikan ruang kelas serta fasilitas penunjang lain demi mendukung proses pendidikan yang bermutu,” tutur Ani Ariani saat merinci fokus pengawasan pada sektor prasarana sekolah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tabanan menggunakan skema kolaborasi pendanaan guna mempercepat penuntasan masalah kerusakan infrastruktur pendidikan yang sudah berlangsung cukup lama. Anggaran perbaikan tersebut bersumber dari kucuran Dana Alokasi Khusus pemerintah pusat serta tambahan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten. Integrasi dua jalur pendanaan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap percepatan perbaikan ruang kelas yang rusak berat.
“Kolaborasi anggaran antara pemerintah pusat dan daerah merupakan solusi cerdas guna menutupi keterbatasan dana pembangunan pada tingkat kabupaten,” jelas Sekretaris Komisi IV tersebut mengenai strategi pembiayaan pendidikan daerah.
Ani Ariani menekankan pentingnya penetapan skala prioritas yang sangat ketat dalam memilih sasaran penerima manfaat bantuan dana rehabilitasi gedung. Anggaran yang tersedia harus menyasar gedung sekolah dengan tingkat kerusakan paling parah demi menghindari risiko kecelakaan saat kegiatan belajar. Pengawasan ketat dari pihak legislatif berfungsi untuk mencegah adanya keterlambatan pengerjaan maupun ketidaksesuaian spesifikasi bahan oleh para kontraktor.
“Penetapan skala prioritas sangat penting agar penggunaan anggaran yang terbatas dapat memberikan manfaat maksimal bagi sekolah paling membutuhkan,” ucapnya dengan nada penuh penekanan terkait transparansi pengerjaan proyek.
Selain aspek fisik bangunan, dewan juga mendorong peningkatan ketersediaan fasilitas sanitasi yang layak serta ruang laboratorium yang modern bagi siswa. Infrastruktur sekolah yang memadai merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman serta sangat nyaman bagi anak didik. Peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan akan berbanding lurus dengan pencapaian prestasi akademik serta kreativitas siswa di Kabupaten Tabanan.
“Kami mendorong dinas terkait agar tidak hanya fokus pada gedung namun juga memerhatikan kelengkapan ruang laboratorium sekolah,” pungkasnya. (BP/CHA).













