DENPASAR, Balipolitika.com- Portal berita Bali Politika kembali menghadirkan semangat literasi dan kebudayaan melalui gelaran tahunan Sastra Balipolitika 2025. Tahun ini, kegiatan tersebut dikemas dalam dua agenda utama: peluncuran buku dan lomba baca puisi virtual tingkat nasional.
Buku yang diluncurkan berjudul Share, sebuah antologi puisi yang memuat karya pilihan dari laman Bali Politikasepanjang tahun. Buku ini dikuratori oleh penyair Wayan Jengki Sunarta, dan menampilkan 89 penulis dari berbagai daerah di Indonesia. Share menjadi terbitan ketiga dari Bali Politika, setelah dua edisi sebelumnya juga membawa semangat literasi dari Bali untuk Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya tersebut, Bali Politika turut menggelar Lomba Baca Puisi Virtual Nasional, yang diikuti peserta umum dari berbagai provinsi. Tiga penyair terkini — Pranita Dewi, Ni Putu Rastiti, dan Moch Satrio Welang — dipercaya menjadi dewan juri.
Acara puncak berlangsung di Dalam Rumah Community Hub, Denpasar, pada 1 November 2025. Acara dipandu oleh MC Desi Nurani, dibuka dengan serentetan sambutan oleh Kadek Surya Kencana, selaku founder Bali Politika; I Nyoman Gede “Ponglik” Sudiantara, penasihat hukum Bali Politika; serta Nyoman Parta, anggota Komisi X DPR RI yang juga hadir sebagai perwakilan donatur.
Suasana acara semakin hangat dengan orasi sastra Wayan Jengki Sunarta, penampilan musikalisasi puisi Heri Windi Anggara, serta pembacaan puisi oleh Wulan Dewi Saraswati.
Diberikan pula kenang-kenangan terhadap penyair dalam buku yang diwakili oleh GM Sukawidana dan Nuryana Asmaudi SA, juga diberikan pula untuk para perupa yang karyanya menjadi sampul tiga buku Bali Politika, yakni Handy Saputra, Gede Gunada, dan Ignatius Darmawan juga kepada perwakilan sponsor yakni Bank BPD Bali.
Dari sekian peserta setanah air, terpilih enam nama terbaik. Yivatman Dalu Awartha dari Sumatera Barat berhasil meraih juara pertama, disusul Akbar Juliana dari Bandung di posisi kedua, dan Adib Faydhurahman dari Situbondo sebagai juara ketiga.
Sementara Dewa Ayu Indrasari Putri dari Denpasar, Purwanti Ningsih dari Malang, dan I Made Pande Candra Wiguna dari Denpasar masing-masing meraih juara harapan satu, dua, dan tiga.
Sastra Balipolitika 2025 terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, antara lain Bank Pembangunan Daerah Bali, Yudistira Association, Penglingsir Puri Agung Jero Kuta Denpasar, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Kagama Bali, Jagir Advertising, Relawan De Gadjah, Semeton GB, Gendo Law Office, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Cabang Denpasar, serta sejumlah tokoh dan komunitas seni seperti Pustaka Ekspresi, Katuda Outsider Art, Teater Sastra Welang, dan Dalam Rumah Community Hub.
Melalui acara ini, Bali Politika menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ruang ekspresi, literasi, dan apresiasi bagi para penyair serta pecinta sastra di seluruh Indonesia.
“Sastra bukan hanya soal kata, tetapi ruang bagi kita untuk berbagi makna,” ujar Wayan Jengki Sunarta selaku Redaktur Sastra Bali Politika.
Dengan semangat berbagi dan kolaborasi, Sastra Balipolitika 2025 menjadi bukti bahwa media dan sastra dapat berjalan beriringan untuk merawat kesadaran budaya dan memperkaya kehidupan literer bangsa.(bp/luc)
Galeri Foto:















