TABANAN, Balipolitika.com- Aparat Kepolisian Sektor Kerambitan berhasil menggagalkan sebuah aksi nekat percobaan bunuh diri di Jembatan Shortcut Penyalin, Desa Samsam, Tabanan.
Kejadian bermula saat warga melaporkan adanya pria yang duduk mencurigakan di pinggir jembatan melalui Call Center 110 pada Senin, 11 Mei 2026 siang.
Petugas kepolisian bergerak sangat cepat menuju lokasi kejadian demi mencegah terjadinya tindakan yang bisa merenggut nyawa tersebut.
“Personel piket fungsi Polsek Kerambitan segera mendatangi lokasi laporan setelah menerima informasi dari SPKT Polres Tabanan mengenai adanya warga yang hendak melompat,” ujar Kapolsek Kerambitan, Komisaris Polisi I Kadek Ardika, Senin, 11 Mei 2026.
Petugas menemukan seorang pria bernama I Dewa Kadek Arisantika sedang duduk termenung di atas pagar pengaman beton jembatan.
Kondisi pemuda asal Kabupaten Buleleng tersebut tampak sangat terpukul dan terus menangis sambil menatap ke arah dasar jurang.
Sebuah sepeda motor Honda Scoopy berwarna putih bernomor polisi DK 5031 QJ terparkir tidak jauh dari posisi tubuh korban.
“Setibanya di lokasi kejadian, kami menemukan terlapor sudah duduk di atas pengaman jembatan sambil menangis, sedangkan sepeda motor miliknya terparkir dekat posisi terlapor berdiri,” kata Ardika.
Dua anggota kepolisian melakukan pendekatan secara hati-hati agar tidak memicu reaksi mengejutkan yang dapat membuat korban terjatuh ke bawah.
Bripda Kadek Anggita Abidinata dan Aipda Ronny Hendro Prasetyo kemudian menyergap tubuh korban secara mendadak dari arah belakang jembatan.
Petugas segera menarik paksa pemuda itu ke tengah jalan raya untuk menjauhkannya dari maut yang mengintai di pinggir jembatan.
“Anggota Intelkam Polsek Kerambitan bersama Anggota Sat Lantas Polres Tabanan secara bersamaan menangkap terlapor untuk selanjutnya kami amankan ke markas Polsek Kerambitan,” tuturnya.
Keadaan psikis korban saat ini masih dalam kondisi linglung atau syok berat akibat tekanan masalah pribadi yang sedang ia alami.
Pihak kepolisian telah memberikan penanganan awal berupa pengamanan fisik agar korban tidak kembali mencoba melakukan aksi serupa di tempat lain.
Saat ini polisi sedang menunggu pihak keluarga dari Kecamatan Busungbiu untuk melakukan proses penjemputan sekaligus memberikan pendampingan psikologis kepada korban.
“Terlapor dalam keadaan selamat namun saat ini masih mengalami syok atau linglung karena ada permasalahan pribadi yang sedang ia hadapi saat ini,” ungkap Ardika.
Arus lalu lintas di jalur utama Denpasar menuju Gilimanuk sempat tersendat selama proses evakuasi dramatis terhadap pria yang sedang depresi tersebut.
Petugas di lapangan segera melakukan pengaturan lalu lintas agar kendaraan dari kedua arah tetap dapat melintas dengan tertib dan lancar.
Penanganan cepat melalui integrasi Call Center 110 ini menjadi bukti nyata kesigapan aparat dalam merespons pengaduan darurat dari warga masyarakat.
“Saat ini keluarganya sedang dalam perjalanan menuju Polsek Kerambitan dari alamat tinggal mereka di wilayah Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng,” pungkas Ardika. (bp/ken)










