SURVEI online kami melalui postingan IG (silahkan baca ratusan informasi dan keluhan dalam komentar postingan kami sebelumnya) menjadi bukti bahwa krisis managemen sampah di Bali telah meningkat pembakaran sampah membuat Bali menghadapi kedaruratan kualitas udara yang sudah menggangu kesehatan masyarakat, dengan bayi dan anak-anak menjadi yang paling terdampak yang dilarikan ke rumah sakit dan perawatan khusus di rumah mereka.
Krisis Kesehatan Saat Ini yang Dilaporkan oleh Warga
* Penyakit Pernapasan pada Anak:
Keluarga melaporkan bahwa bayi dan anak kecil menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) karena menghirup asap beracun secara terus-menerus dari pembakaran sampah terbuka.
* Rawat Inap:
Terdapat peningkatan laporan warga, termasuk anak-anak, yang dilarikan ke rumah sakit dengan gejala seperti sakit tenggorokan, batuk terus-menerus, sesak paru-paru, dan kesulitan bernapas.
* Daerah yang Terdampak:
Kualitas udara dilaporkan “sangat buruk” di beberapa wilayah, dengan titik-titik rawan tertentu yang diidentifikasi melalui alat pengukur kualitas udara lokal: Padangsambian Kaja, Ubung Kauh, Kerobokan, Banjar Semer, Dalung, Jln Cargo, Intaran-Sanur, Jimbaran, Ungasan, Cemagi, Umalas, Tumbakbayuh, Cepaka, dstnya.
* Pusat Pariwisata Selatan
Daerah seperti Nusa Dua, Goa Gong, Jimbaran, Ungasan, Sanur, Denpasar Barat, Kerobokan, Canggu, Cemagi, dan wilayah selatan sekitarnya mengalami kabut dan beracun berbau plastik bakar.
* Penyebab:
Setelah pembatasan sampah organik di TPA Suwung pada 1 April 2026, kurangnya alternatif telah menyebabkan warga membakar sampah besar-besaran setiap hari di berbagai lingkungan. Termasuk dengan incenerator yang tidak standar di berbagai tempat yang menimbulkan polusi serius.
Beberapa daerah di titik di atas mengalami asap paling pekat selama jam-jam puncak pembakaran (sekitar pukul 7:00 pagi dan 6:00 sore).
Pemda Badung dan Pemkot Denpasar diharapkan mencari jalan keluar kedaruratan kesehatan ini dengan berkoordinasi dan pengetatan pengawasan lingkungan, serta penindakan tegas Tipiring demi kesehatan warga yang terdampak.













