JAKARTA, Balipolitika.com- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini.
Indeks terpantau merosot hingga delapan persen ke level delapan ribu dua ratus enam puluh satu poin sehingga memicu pemberlakuan penghentian sementara perdagangan. Pemerintah menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional masih sangat kuat meskipun terjadi guncangan psikologis di lantai bursa akibat sentimen global.
“Tidak usah takut karena indeks akan rebound mengingat pemerintah telah memperkuat fondasi ekonomi nasional secara serius,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Merdeka, Rabu, 28 Januari 2026.
Pelemahan tajam ini terjadi sebagai reaksi spontan pasar terhadap rilis Morgan Stanley Capital International mengenai perubahan metodologi perhitungan saham publik. Purbaya menilai penurunan indeks tersebut merupakan bentuk reaksi berlebihan dari para pelaku pasar karena laporan tersebut masih bersifat awal. Pemerintah menjamin bahwa seluruh catatan dari lembaga internasional itu akan segera ditindaklanjuti sebelum batas waktu eksekusi pada bulan Mei mendatang.
“Situasi ini hanya merupakan sebuah shock sesaat akibat sentimen rilis metodologi baru dari Morgan Stanley Capital International,” tutur Purbaya.
Airlangga Hartarto turut mengimbau agar para investor ritel maupun institusi tidak terjebak dalam kepanikan massal yang dapat memperburuk kondisi bursa. Ia menegaskan bahwa fluktuasi harga saham merupakan risiko harian yang wajar terjadi dalam dinamika perdagangan di seluruh dunia. Pemerintah berencana menggelar rapat koordinasi bersama pemangku kepentingan terkait pada esok hari guna merumuskan langkah antisipasi yang lebih komprehensif.
“Investor tidak perlu panik dalam menyikapi penurunan ini karena fluktuasi risiko harian pada instrumen saham selalu ada setiap hari,” kata Airlangga seraya.
Bursa Efek Indonesia kini tengah melakukan evaluasi mendalam untuk menindaklanjuti berbagai permintaan teknis dari lembaga pemeringkat indeks global tersebut. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga ketersediaan likuiditas serta kepercayaan publik agar aliran modal asing tidak keluar secara masif dari pasar domestik. Keyakinan terhadap fundamental ekonomi yang solid diharapkan mampu memicu pembalikan arah indeks dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Pemerintah akan terus memantau pergerakan pasar secara saksama serta menjadwalkan rapat koordinasi teknis bersama pihak otoritas bursa,” ucap Airlangga.
Masyarakat investor disarankan untuk tetap rasional dan melakukan analisis fundamental sebelum mengambil keputusan jual di tengah tren penurunan tajam ini. Sinergi antara otoritas fiskal dan moneter terus ditingkatkan guna memberikan kepastian hukum serta keamanan berinvestasi bagi seluruh pelaku pasar. Guncangan ini menjadi ujian bagi ketahanan pasar modal Indonesia dalam menghadapi perubahan standar metodologi investasi internasional yang semakin dinamis.
Langkah strategis perbaikan tata kelola saham publik akan menjadi prioritas kementerian teknis demi meningkatkan daya saing emiten lokal di kancah global. Optimisme pemerintah didasarkan pada realitas pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga positif meskipun pasar saham sedang mengalami tekanan teknis yang cukup berat. Ketenangan investor menjadi kunci utama bagi pemulihan stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan sesi-sesi berikutnya. (BP/CHA).













