EMPATI: (Kanan) Ni Made Sri Yogi Lestari. Pray for Sumatera. (Ilustrasi: Gung Kris)
DENPASAR, Balipolitika.com — Di tengah duka yang dialami sejumlah masyarakat di Pulau Sumatera pasca mengalami bencana alam pada akhir November 2025 lalu, meliputi kawasan Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan luas, korban jiwa, serta ribuan warga pun terpaksa harus mengungsi.
Tokoh perempuan Bali, Ni Made Sri Yogi Lestari, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa duka yang dirasakan masyarakat Sumatera adalah duka seluruh bangsa.
“Saya menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dan keluarga terdampak. Semoga mereka yang berpulang mendapat kedamaian, dan para penyintas diberikan kekuatan untuk memulai kembali,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu, 3 Desember 2025.
Sri Yogi Lestari menyoroti fenomena yang sering muncul setiap kali terjadi bencana: maraknya saling menyalahkan dan mengkambinghitamkan pihak tertentu. Menurutnya, hal tersebut tidak membantu situasi dan justru mengalihkan fokus dari kebutuhan utama para korban.
“Di tengah situasi darurat, kita justru sering melihat perdebatan emosional dan tudingan tanpa dasar. Ini tidak mempercepat pemulihan, tetapi memperkeruh suasana. Yang dibutuhkan saat ini adalah solidaritas, bukan saling serang,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyikapi arus informasi yang beredar, terutama di media sosial. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis sangat penting agar publik tidak terjebak oleh kabar yang tidak terverifikasi.
“Tetap tenang, verifikasi informasi sebelum menyebarkan, dan gunakan akal sehat. Empati dan kejernihan berpikir harus berjalan beriringan, terutama ketika saudara-saudara kita sedang berada dalam situasi sulit,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Sri Yogi Lestari mengajak masyarakat Indonesia untuk memperkuat persatuan. Ia menegaskan bahwa dukungan moral maupun material sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak.
“Saat saudara-saudari kita di Sumatera berjuang untuk pulih, mari kita hadir sebagai bangsa yang saling menguatkan. Indonesia akan selalu tangguh ketika rakyatnya memilih untuk peduli,” pungkasnya. (bp/gk)













