TABANAN, Balipolitika.com- Evakuasi Dramatis Treiler di Tabanan. Sebuah treiler raksasa bernomor polisi L 8707 VB terperosok dan menutup total akses Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, menyebabkan kemacetan parah dan mengganggu rantai pasok logistik vital Bali. Insiden terjadi setelah pengemudi truk tronton yang berada di depannya gagal mendaki tanjakan dan meluncur mundur tanpa kendali, menabrak treiler hingga terdorong melintang. Peristiwa ini, yang berlangsung pada Sabtu dini hari, memicu upaya evakuasi dramatis untuk memulihkan konektivitas Jawa dan Bali.
“Kelumpuhan arus lalu lintas ini terjadi karena kendaraan treiler tersebut posisinya betul-betul menutup semua lajur jalan,” tegas Kepala Seksi Humas Polres Tabanan, Iptu I Gusti Made Berata.
Setiono Mariono, pengemudi treiler, sedang melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar saat dia terpaksa menghentikan kendaraannya karena truk tronton di depannya kehabisan tenaga saat menanjak. Truk tronton itu tidak dapat dikuasai, seketika meluncur deras ke belakang dan menghantam keras treiler Setiono. Benturan yang terjadi sangat kuat, membuat treiler besar itu terseret, lalu terbalik miring dan menutup penuh badan jalan di Banjar Dinas Batulumbang.
“Truk tronton itu meluncur mundur sangat cepat, menabrak treiler di belakangnya sampai terdorong dan terperosok ke sisi kanan jalan,” jelas Iptu Berata memberikan detail insiden.
Kecelakaan tanpa korban jiwa ini terdeteksi pada pukul 03.20 WITA di wilayah Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, sebuah titik yang memang sering dikeluhkan sebagai jalur kritis bagi angkutan berat. Bentuk treiler yang melintang total itu menciptakan pemandangan kekacauan, dengan antrean kendaraan logistik dan pariwisata yang mengular sejauh beberapa kilometer. Petugas Polsek Selemadeg segera bergerak ke lokasi untuk mengamankan area.
“Kami melakukan koordinasi secepatnya dengan pemilik kendaraan agar proses evakuasi bisa segera dilakukan menggunakan alat berat,” tuturnya.
Polisi langsung mengambil tindakan manajemen lalu lintas, menerapkan sistem contraflow sementara untuk kendaraan kecil, meskipun solusi ini tidak mampu mengurai antrean truk dan bus besar. Penyingkiran badan treiler tersebut membutuhkan mobil derek berkapasitas tinggi, mengindikasikan upaya evakuasi memerlukan biaya besar dan waktu panjang. Keterlambatan distribusi ini dipastikan menimbulkan kerugian ekonomi signifikan bagi pelaku usaha di Bali.
“Prioritas kami sekarang adalah mengatur arus kendaraan yang tersendat, sekaligus memastikan keamanan lokasi agar tidak terjadi kecelakaan susulan,” ujar Iptu Berata menambahkan.
Sementara proses evakuasi berlangsung, Kapolsek Selemadeg mengarahkan penyelidikan intensif terhadap keberadaan sopir truk tronton yang diduga melarikan diri dari lokasi kejadian pascatabrakan. Pihak kepolisian juga meminta semua perusahaan angkutan barang untuk memperketat standar pengawasan teknis kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum memasuki jalur Denpasar-Gilimanuk. Setiono Mariono dilaporkan tidak mengalami cedera serius, meskipun treilernya mengalami kerusakan parah.
“Kami mengharapkan para pengemudi truk tidak ugal-ugalan dan selalu memeriksa rem kendaraan secara berkala, terutama ketika akan melewati tanjakan,” tutup Iptu Berata.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya penegakan hukum tegas terhadap pelanggaran lalu lintas oleh kendaraan besar dan perlunya edukasi keselamatan berkendara di jalur rawan. Kepolisian terus bekerja keras melacak identitas dan keberadaan sopir tronton misterius yang kabur. Akses transportasi dan logistik baru bisa berangsur pulih dan normal kembali setelah penarikan treiler sukses dilakukan beberapa jam setelah matahari terbit. (BP/CHA).









