DORONG: Koordinasi Percepatan Penanganan dan Pemanfaatan Sampah sebagai Pendukung Perekenomian Daerah di Denpasar. (Sumber: Tim)
DENPASAR, Balipolitika.com – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih dikenal Ajus Linggih menggelar Koordinasi Percepatan Penanganan dan Pemanfaatan Sampah sebagai Pendukung Perekenomian Daerah di Denpasar, Selasa, 19 Mei 2026
Dengan menghadirkan Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Bali dan Ketua Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) adalah Wayan Suarta, Penasehat Forum Swakelola Sampah Bali Forkom SSB, Made Sudarsana yang dikenal sebagai Pak Penting.
Koordinasi itu dalam mencegah FKSSB kebingungan ketika pada tanggal 1 Agustus TPA Suwung ditutup permanen.
“Intinya, kita membahas solusi-solusi agar pada saat tanggal 1 Agustus TPA Suwung ditutup, pemungut ngak kebingungan,” kata Ajus Linggih yang juga Ketua HIPMI Bali.
Ia juga mendorong agar Forkom SSB menjadi mitra resmi pemerintah agar kebijakan pemerintah bisa tersalurkan dengan baik.
Sekaligus di lapangan tidak terjadi sikut-sikutan dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) maupun pengurus TPS3R dan TPST.
Bahkan pihaknya meminta Dinas LH Bali untuk segera mengukur kapasitas solusi sementara sampah organik, mengingat semua proses perizinan dalam pengolahan sampah membutuhkan waktu.
“Kita butuh pemerintah untuk melakukan percepatan proses birokrasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Sebelumnya Ajus Linggih telah menyampaikan langsung aspirasi pelaku swakelola sampah kepada Gubernur Bali Wayan Koster. (BP/tim)













