BALI, Balipolitika.com – Nyawa melayang di jalan raya kembali terjadi, namun kali ini bukan karena tabrakan, melainkan akibat “pohon maut”.
Damianus Eka Budiman (22), pemuda asal Manggarai, NTT, tewas seketika setelah tertimpa pohon jenis kapuk saat melintas di Jalan Toyaning II, Ungasan, Kuta Selatan, Senin pagi (27/4).
Kejadian berlangsung pukul 07.40 WITA ini, sontak membuat warga geger. Korban yang mengendarai motor Honda Beat hitam tergeletak bersimbah darah dengan luka parah di bagian kepala dan wajah.
Penemuan korban sudah dalam kondisi tak berdaya, di samping batang pohon besar yang menimpanya. Pemeriksaan RS Bali Jimbaran, menyatakan korban sudah meninggal dunia saat tiba (DOA), dengan luka terbuka di dagu serta pendarahan dari mulut dan hidung.
Di lokasi kejadian memang banyak terdapat pohon perindang yang rimbun. “Warga menginformasikan bahwa ada pemotor tertimpa pohon berjenis kapuk. Korban tergeletak dengan kondisi kepala mengeluarkan darah,” ungkap Kapolsek Kuta Selatan, AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati.
Sampai kapan nyawa pengendara harus bertaruh di bawah pohon-pohon perindang yang tidak terawat. Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi pihak terkait untuk rutin mengecek kelaikan pohon di pinggir jalan sebelum memakan korban jiwa lagi. Jenazah rencana akan terbawa ke kampung halamannya di NTT. (BP/OKA)







