ROMA, Balipolitika.com– Beruntun tiga kali Timnas Italia gagal lolos pada kasta tertinggi ajang sepak bola, Piala Dunia. Legenda hidup Italia dan Juventus, Alessandro Del Piero memberikan pernyataan pedas mengenai keterpurukan timnas dalam 12 tahun terakhir.
Mantan penyerang tajam tersebut merasa sangat terpukul melihat Gli Azzurri kembali absen pada ajang Piala Dunia 2026. Kegagalan beruntun ini menjadi noda hitam paling kelam sepanjang sejarah perjalanan panjang sepak bola Italia di pentas dunia.
“Kegagalan pada 2018 membuat semua terkejut, yang kedua adalah mimpi buruk, dan yang ketiga mulai membuat Italia malu,” ujar Del Piero sebagaimana dikutip dari Football Italia.
Sosok yang membawa Italia juara dunia 2006 tersebut menilai masalah nasional ini bersifat sangat sistemik. Ia memandang kehancuran prestasi tim nasional bukan sekadar kesalahan teknis strategi pelatih Gennaro Gattuso semata. Seluruh elemen pemangku kebijakan olahraga harus bertanggung jawab penuh atas merosotnya kualitas pemain lokal saat ini.
“Banyak masalah muncul sekarang, budaya egois membuat sepak bola Italia memburuk, banyak orang hanya menyelamatkan diri sendiri,” kata pria yang identik dengan nomor punggung sepuluh tersebut.
Kondisi kompetisi domestik Serie A juga mendapat sorotan tajam karena dianggap kurang memberikan ruang bagi talenta muda. Del Piero melihat banyak klub lebih memilih instan dengan mendatangkan pemain asing daripada membina bibit unggul. Hal ini mengakibatkan stok pemain berkualitas untuk memperkuat tim nasional menjadi sangat terbatas dan mengkhawatirkan.
“Permasalahan yang terjadi jauh lebih kompleks dan telah mengakar sejak lama dalam tubuh Federasi Sepak Bola Italia,” tegas Del Piero dalam wawancara tersebut.
Pemerintah dan FIGC perlu segera duduk bersama guna merumuskan cetak biru pembangunan sepak bola jangka panjang. Tanpa adanya keberanian melakukan perombakan besar, Italia akan terus menjadi penonton dalam turnamen sepak bola paling bergengsi. Publik menuntut perubahan nyata agar identitas sebagai raksasa dunia tidak hilang ditelan zaman dan sejarah kelam.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah kerendahan hati dan kemauan untuk memulai lagi, belajar, serta menganalisis siapa yang melakukannya dengan baik,” ucapnya menutup pembicaraan.
Kegagalan ketiga secara berturut-turut ini memang menjadi tamparan keras bagi negara yang mengoleksi empat gelar juara dunia. Del Piero berharap momentum pahit ini menjadi titik balik bagi semua pihak untuk bekerja lebih keras lagi. Ia ingin melihat regenerasi pemain berjalan sehat agar Italia kembali disegani oleh lawan di seluruh penjuru bumi.
“Kita adalah kekuatan besar dan kita gagal untuk ketiga kalinya, ini sungguh pukulan telak yang mencoreng reputasi internasional,” pungkas Del Piero. (BP/CHA).













