BULELENG, Balipolitika.com– Berawal dari band bentukan untuk lomba dan festival kampus, Sky of Justice kini berkembang menjadi salah satu band alternatif rock asal Singaraja yang dikenal melalui karya-karyanya yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Kisah perjalanan tersebut disampaikan para personel Sky of Justice saat wawancara yang berlangsung di Setara Café, Singaraja.
Band yang resmi berdiri pada Sabtu, 23 Oktober 2021 ini beranggotakan Zelda, Rama, Prema, Cliff, dan Surya yang sebelumnya aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Menurut vokalis Sky of Justice, Zelda, awal mula terbentuknya band tersebut berangkat dari kebersamaan mereka dalam sebuah band kampus yang kerap mewakili UKM Musik Undiksha pada berbagai kompetisi dan festival musik.
“Awalnya kami sering ikut lomba dan festival mewakili kampus. Karena banyak prestasi yang diraih, akhirnya kami sepakat membentuk band sendiri agar tidak hanya membawakan lagu orang lain, tetapi juga bisa berkarya,” ujarnya.
Keputusan tersebut tidak lepas dari berbagai pencapaian yang berhasil mereka raih.
Rama menjelaskan bahwa Sky of Justice telah memperoleh sejumlah penghargaan mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.
Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah berhasil masuk 10 besar dalam ajang nasional serta meraih juara 1 pada kompetisi Bali Jagadhita dan Bank Indonesia.
Dalam berkarya, Sky of Justice memilih mengangkat tema-tema yang dekat dengan kehidupan anak muda, khususnya mengenai asmara dan pengalaman percintaan.
Rama selaku pencipta sebagian besar lagu Sky of Justice mengatakan bahwa karya-karya mereka lahir dari kisah yang banyak dialami generasi muda.
“Lagu-lagu kami bercerita tentang hubungan asmara, perasaan disia-siakan, dikhianati, atau kehilangan seseorang yang dicintai. Karena relate dengan pengalaman banyak orang, dari situlah mereka mulai mengenal Sky of Justice,” jelasnya.
Hingga saat ini, Sky of Justice telah merilis tujuh lagu dan seluruhnya ditulis oleh Rama.
Meski demikian, para personel lain juga didorong untuk ikut menciptakan karya agar warna musik yang dihasilkan semakin beragam.
Mulai dikenal luas, perjalanan Sky of Justice tidak selalu berjalan mulus.
Zelda mengungkapkan bahwa pada masa awal merintis karier, mereka harus berusaha keras untuk mendapatkan kesempatan tampil di berbagai acara.
Bahkan, tidak jarang mereka menerima penolakan saat menawarkan diri untuk mengisi panggung.
“Semua proses itu sudah kami lewati, mulai dari melobi penyelenggara acara hingga beberapa kali ditolak. Tapi kami tetap berusaha dan menjadikannya motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, drummer Sky of Justice, Cliff, menilai titik balik yang membuat mereka semakin yakin terhadap potensi band tersebut adalah ketika karya mereka mulai dikenal dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Kami sering ikut lomba dan hampir selalu mendapatkan juara. Selain itu, saat tampil di kampus maupun berbagai acara, sudah ada orang yang mengenal lagu-lagu kami. Dari situ kami mulai optimis bahwa Sky of Justice bisa berkembang lebih jauh,” ujarnya.
Bagi para personel, pencapaian terbesar bukan hanya soal penghargaan, melainkan ketika karya yang mereka ciptakan dapat diterima dan dinikmati oleh banyak orang.
Zelda mengaku merasa bangga ketika penonton ikut menyanyikan lagu-lagu Sky of Justice saat mereka tampil di atas panggung.
Sejalan dengan itu, Prema menyebut respons positif penonton menjadi pengalaman yang paling berkesan selama bergabung dalam band tersebut.
Ia bahkan mengaku bangga ketika ada penggemar yang mengajak mereka berfoto bersama setelah penampilan selesai.
Rama juga memiliki pengalaman tersendiri yang membuatnya merasa bangga sebagai pencipta lagu.
Salah satunya terjadi ketika lagu mereka yang berjudul “Sela” mendapat perhatian khusus dari pendengar hingga ia diminta menjelaskan makna lagu tersebut di atas panggung.
“Yang paling membahagiakan adalah ketika pesan yang saya tulis dalam lagu bisa sampai kepada orang yang dituju,” ungkapnya.
Ke depan, Sky of Justice memiliki impian besar untuk terus berkembang di industri musik Indonesia.
Salah satu target yang ingin mereka wujudkan adalah menggelar konser dan tur musik dengan panggung mereka sendiri.
“Kami ingin memiliki panggung sendiri, mengadakan tur konser, dan tampil seperti band-band besar yang kami kagumi,” kata mereka.
Melalui perjalanan yang telah dilalui, para personel Sky of Justice juga membagikan pesan kepada generasi muda agar tidak takut berkarya dan terus berproses dalam mengejar impian.
“Jangan pernah berhenti berkarya. Setiap orang memiliki cara berbeda untuk mengekspresikan perasaannya, dan salah satunya melalui musik,” pesan Rama.
Hal serupa disampaikan Zelda yang mengajak anak muda untuk tetap optimis dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kalau punya kemampuan dan niat yang baik, jangan disimpan sendiri. Teruslah berkarya dan jangan mudah menyerah,” tutupnya. (bp/Ni Kadek Laudya Surya Pramesti/4B/Basindo/Undiksha)










