DENPASAR, Balipolitika.com– Hattrick, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Pengprov Kodrat) Provinsi Bali masa bakti 2025-2029.
Turah Joko –sapaan akrab I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya– bersama Personalia Pengurus Kodrat Provinsi Bali Masa Bakti 2025-2029 dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB Kodrat), Dr. H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A. di Aula Sewaka Mahottama, lantai 3 Gedung Graha Sewaka Dharma (GSD) Lumintang, Denpasar, Minggu, 31 Mei 2026.
Mengacu Surat Keputusan Nomor: 015/SK/PB.KODRAT/III/2026 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat Bali Masa Bakti 2025-2029 yang ditetapkan di Jakarta pada 9 Maret 2026, Turah Joko didampingi Agung Bagus Tri Candra Arka di posisi Sekretaris Pengprov Kodrat) Provinsi Bali masa bakti 2025-2029 dan I Ketut Sugiarta di posisi bendahara.
Susunan Personalia Pengurus Kodrat Provinsi Bali Masa Bakti 2025-2029 juga mencakup bidang pembinaan prestasi (bidang kompetisi, bidang kesehatan); bidang organisasi (bidang humas dan dokumentasi, bidang alumni, bidang hukum, bidang kerohanian); serta bidang umum (bidang sarana dan prasarana, bidang dana dan usaha).
Atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya, Turah Joko mengucapkan terima kasih dan berharap Pengurus Kodrat Provinsi Bali Masa Bakti 2025-2029 semakin solid sebagaimana tema acara, yakni “Menguatkan Soliditas, Membangun Prestasi Tarung Derajat Bali Menuju Era Emas 2025-2029”.
“Terima kasih atas amanah dan kepercayaan kepada saya. Ini sudah ketiga kalinya, saya yakin bawa Kodrat Bali maju, solid, bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Turah Joko.
Berstatus kesenian bela diri asli Indonesia, Turah Joko menilai tarung derajat kini semakin memasyarakat di Pulau Dewata ditopang oleh pola pembinaan yang berkesinambungan serta terstruktur mulai dari jenjang pekan olahraga pelajar.
Porjar di 9 kabupaten/kota se-Bali sekaligus Porjar Bali ungkap Turah Joko merupakan saringan awal penjaringan atlet-atlet tarung derajat berprestasi di Pulau Dewata.
Lewat penjaringan ini selanjutnya dilakukan pembinaan lebih intens menuju event-event olahraga yang lebih tinggi, yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Turah Joko mengucapkan terima kasih kepada semua pihak karena dalam hajatan PON XX 2021 Papua dan PON XXI 2024 Aceh-Sumut, Kontingen Kodrat Bali konsisten menjadi pendulang medali.
Pada PON XX 2021 Papua, Kodrat Bali meraih 4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu sementara di PON XXI 2024 Aceh-Sumut sukses mendulang 3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
“Pada momentum ini, saya ingin mengajak pengurus langsung bekerja sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi Bali,” pesan Turah Joko.
Dorongan menjaga tradisi emas Tarung Derajat Bali ini juga didorong oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, I Nyoman Giri Prasta yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Sekretaris KONI Bali, Ardy Ganggas.
Tak main-main, Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet bahkan menagih tambahan keping medali emas lebih banyak dari raihan Kodrat Bali di dua gelaran PON sebelumnya.
“Papua 4, Aceh 3, saya perintahkan 5 emas di NTB/NTT,” pinta Bamsoet menyongsong PON ke-22 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur tahun 2028 mendatang.
Dalam kesempatan itu, Bamsoet yang juga mengemban tugas sebagai Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 menegaskan olahraga bela diri tarung derajat memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah meningkatnya tantangan sosial, polarisasi politik, penyebaran hoaks, hingga menguatnya konflik identitas di ruang digital.
Situasi tersebut dikhawatirkan membuat masyarakat semakin mudah terbelah ke dalam kelompok-kelompok yang saling berhadapan.
Karenanya, Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang pemersatu yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam semangat kebangsaan yang sama.
“Tarung Derajat mengajarkan disiplin, solidaritas, loyalitas, dan rasa hormat antar sesama. Nilai-nilai seperti inilah yang saat ini sangat dibutuhkan Indonesia untuk memperkuat persatuan nasional di tengah berbagai tantangan yang berpotensi memecah belah masyarakat,” ujar Bamsoet didampingi Sang Guru Badai Meganagara Drajad.
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 itu juga menjelaskan bahwa tarung derajat lahir sebagai olahraga bela diri asli Indonesia yang dibangun di atas filosofi ketangguhan fisik, kekuatan mental, keberanian, keuletan, dan pengendalian diri.
Nilai tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Di tengah persaingan global yang semakin ketat akibat perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi industri, serta perubahan geopolitik dunia, Indonesia memerlukan generasi yang tangguh secara mental sekaligus memiliki rasa kebangsaan yang kuat,” tegasnya. (bp/ken)













